World Peace Forum di Solo Bangkitkan Peradapan Dunia

Jumat, 18 November 2022 : 04:37





Prof .Dr.Dim Syamsudin

Radar Pos.Com.Solo-
--Event internasional The 8th World Peace Forum (WPF) di The Sunan Hotel Solo, Kamis (17/11/2022), dimulai dengan pemaparan pandangan dari sejumlah tokoh dunia. Acara itu akan digelar hingga Sabtu (19/11/2022).

Dalam pembukaan hari pertama The 8th WPF diisi sambutan dan paparan Chairman of Cheng Ho Multi Culture Education Trust, Tan Sri Lee Kim Yew; Vatican’s Pontifical Council for Interreligious Dialogue, Rev Laurent Basanese.

Kemudian Former Deputy of Shaikh of Al-Azhar dan Deputy of Fatwa Council of Al-Azhar Kairo, Shaikh Dr Abbas Shuman. Ada juga Chairman of Indonesian Council of Mosques dan Chairman of Red Cross of Indonesia, Dr HM Jusuf Kalla

Lalu Presiden of Muhammadiyah, Prof Dr Haedar Nashir; Speaker of The People’s Consultative Assembly of The Republic of Indonesia, Bambang Soesatyo SE, MBA. Tidak ketinggalan ada Rektor UMS, Prof Dr Sofyan Anif.


Din Syamsudin saat diwawancarai wartawan menjelaskan para tokoh dalam World Peace Forum di Solo mengemukakan banyaknya problem yang saat ini dihadapi dunia.

“Dunia sekarang, peradaban manusia mengalami kerusakan serius. Tak hanya karena Covid-19 tapi jauh sebelum Covid-19 juga terjadi krisis energi, makanan, lingkungan hidup, dan krisis lain,” ujarnya.

Berbagai krisis itu kemudian mengkristal dan membuat kerusakan yang sangat serius terhadap dunia. Dengan kondisi sepeti itu, Din melanjutkan dunia butuh solusi dari umat manusia, yaitu dengan kebersamaan, dialog, kerja sama antarpemeluk agama dan pendukung peradaban.
 

Sebab tak ada yang bisa berjalan sendirian. “Tidak ada yang bisa selesaikan masalahnya sendiri. Alhamdulillah terakhir ini berkembang wawasan persaudaraan kemanusiaan setelah Syekh Ahmad Al-Thayeb dan Paus Fransiskus menandatangani Piagam Persaudaraan Kemanusiaan,” jelasnya di sela-sela World Peace Forum di Solo.

“Ini menjadi dasar kita mengangkat yang juga sudah menjadi narasi jalan tengah,” sambung dia. Komitmen menjaga nilai kemanusiaan dengan jalan tengah diusulkan menjadi fondasi bagi perwujudan dunia baru.

Konkretnya dengan membangun kerja sama dan dialog antara negara-negara timur dan barat. Dengan langkah-langkah itu dapat meredam ketegangan yang selama ini terjadi, sehingga masalah bisa diatasi.

Penuturan senada disampaikan Ketua Steering Committee (SC) WPF, Syafiq Mughni. Menurut dia tokoh-tokoh dunia sepakat untuk mencapai keadilan dan perdamaian dunia tidak cukup dengan negara-negara utara dan selatan seperti yang berkembang. Negara-negara dari barat dan timur juga harus menjalin komunikasi dan kerja sama.

“Karena dimensi barat dan timur ini membawa implikasi yang sangat luas, baik dari aspek agama, juga implikasi peradaban Barat dan Timur bukan dalam konotasi agama, juga mungkin karena tingkat kesejahteraan dan kekayaan wilayah punya implikasi. Juga kekuatan atau power punya implikasi terhadap timur dan barat,” terang dia.


(R-01)

Bagikan

RadarposTV