Perundungan gegara Jilbab di SMAN Sumberlawang Sragen Berbuntut Panjang

Kamis, 17 November 2022 : 04:46


SMA N Sumberlawang Sragen

Radar Pos.Com.Sragen-
-- SMAN 1 Sumberlawang Sragen  Jawa Tengah Mendapat berbagai sorotan usai salah satu guru matematika di sekolah itu diduga melakukan perundungan ke salah satu siswi gegara tak mengenakan jilbab. Dinas Pendidikan Sragen menyebut guru tersebut menyimpang dari mata pelajarannya.

"Intinya guru yang terlalu jauh menyimpang dari mata pelajarannya, itulah yang kadang-kadang terjadi miss. Di situ, dia kan guru matematika mestinya dia fokus di matematika," kata Kabid Pembinaan Pendidik dan Tenaga Pendidik Dinas Kebudayaan dan Pendidikan Kabupaten Sragen, Tri Giyanto di kantor DPRD Sragen, Rabu (16/11/2022).

Menurut Tri, nasihat yang diberikan Suwarno dengan menyuruh S berjilbab, nyatanya menyentuh sensitivitas dari anak itu tersendiri. Terlebih, S juga merasa menjadi korban bullying teman-temannya.

"Saya sarankan fokus pada mata pelajarannya saja. Kalau urusan agama biar diurus sama guru agama, dan lebih pas melakukan nasihat seperti itu," ujarnya.

Selain itu, yang masih menjadi pekerjaan rumah adalah psikologi anak setelah kejadian ini. Sebab, kejadian ini akan menyisahkan trauma bagi S.

"Anak setelah ini pasti trauma. Hal-hal yang harus diselesaikan sebenarnya itu, perlu pendampingan-pendampingan yang intens, terlebih anak itu sudah besar ketika ada temannya melirik dia pasti akan sensitif. Dan itu pasti akan mengganggu pembelajaran," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, orang tua S, siswi SMAN 1 Sumberlawang mengadu ke Polres Sragen, beberapa waktu lalu. Orang tua S mengadukan guru matematika bernama Suwarno yang memarahi S gegara tak mengenakan jilbab.

Orang tua S, Agung Purnomo mengadukan dugaan perundungan ini ke Polres Sragen karena anaknya mengalami tekanan psikis. S dimarahi di depan kelas hingga akhirnya enggan berangkat ke sekolah.

Usai kejadian tersebut S sempat mau untuk berangkat ke sekolah. Namun, karena diduga dibully oleh kakak kelas, S minta dijemput pulang dan enggan masuk sekolah lagi.

Suwarno sendiri telah meminta maaf. Ketika dipanggil Komisi IV DPRD Sragen hari ini, Suwarno membantah telah melakukan perundungan kepada S.

"Saya tidak menyebut secara individu. Saya hanya memberi nasihat secara umum," kata Suwarno kepada anggota Komisi IV DPRD Sragen, Rabu (16/11).

Suwarno menuturkan S merupakan anak yang pintar dan berprestasi. Dia mengaku tidak mempermasalahkan siswinya tidak memakai jilbab.

Suwarno berdalih hanya menjelaskan hukum memakai jilbab secara umum. "Saya tidak menegur S, tidak," ucapnya.


(Team)

Bagikan

RadarposTV