HUT Ke-77 PGRI dan Hari Guru Kota Mojokerto, Ning Ita Ajak Penanggulangan Remaja

Sabtu, 26 November 2022 : 05:13


 

Walikota Ning Ita Dapat Hadiah Lukisan Dirinya

Radar Pos.Com.Mojokerto
---WALI Kota Ika Puspitasari menaruh perhatian khusus untuk menekan angka kenakalan remaja. Untuk mewujudkannya, Pemkot Mojokerto merangkul segenap tenaga pendidik di Kota Mojokerto untuk saling sinergi.


Ajakan itu disampaikan Ning Ita, sapaan akrab wali kota saat menjadi pembicara pada Seminar PGRI Kota Mojokerto di aula lantai 4, Hall Prajna Wijaya Mal Pelayanan Publik (MPP) Gajah Mada, Kamis, (24/11). Kegiatan yang diikuti ratusan guru mulai jenjang TK hingga SMA/SMK itu sekaligus dalam rangka memperingati HUT Ke-77 PGRI.


Ning Ita menyampaikan, persoalan kenakalan remaja menjadi salah satu atensi Pemkot Mojokerto untuk terus diminimalisir. Di samping stakeholder terkait, tenaga pendidik juga memiliki peran yang vital untuk membantu mengentaskannya. ”Ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Tidak bisa pemerintah bergerak sendiri, tidak bisa kepolisian, BNN bergerak sendiri,” terangnya.
 
Di samping berkewajiban memberikan pembelajaran, profesi guru juga memiliki tanggung jawab untuk mendidik. Peran itulah yang mampu menjadi langkah preventif dalam mencegah anak-anak agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba, perilaku seks bebas, hingga perbuatan melawan hukum lainnya.


Termasuk juga membendung degradasi moral melalui pendidikan karakter. Karena itulah, Ning Ita mengajak para guru untuk bersinergi untuk memecahkan persoalan kenakalan remaja bersama-sama. ”Saya ingin di forum ini terjadi diskusi dan hasilnya dapat saya rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti,” papar Ning Ita.


Di sisi lain, imbuh wali kota, peran keluarga juga tidak bisa diabaikan. Karena orang tua juga memiliki kapasitas yang strategis dalam mengontrol buah hati masing-masing. ”Jadi, harus ada sinergi dengan kita semuanya,” tuturnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Ning Ita juga mengucapkan peringatan Hari Guru dan HUT Ke-77 PGRI. Menurutnya, guru menjadi sosok yang paling berjasa bagi masa depan bangsa. ”Selamat Hari Guru 2022, jasa guru tidak bisa dinilai dengan apapun di dunia ini. Tidak ada yang sepadan dengan apa yang telah didedikasikan para guru,” ucapnya.
Pada seminar bertajuk Perlindungan Hukum dan Guru Sebagai Sebuah Profesi ini juga menghadirkan narasumber akademisi dan praktisi dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Prof. Dr. Suyatno, M. Pd. Mengawali sesi diskusi, guru besar Unesa ini menguraikan faktor yang menjadi penyebab anak terjerumus dalam perilaku kenakalan remaja.


Suyatno menyebut, jika salah satu pemicunya adalah ketiadaan rasa aman dan nyaman di sekolah. ”Maka, sekolah perlu menciptakan rasa aman dan nyaman bagi anak. Jika tidak, anak akan cari komunitas di luar yang bisa jadi justru berpotensi menjerumuskan mereka ke perilaku menyimpang,” sambungnya.


Tidak dipungkirinya, aspek tersebut hingga saat ini masih sering luput dari perhatian para pendidik. Pasalnya, tak jarang guru hanya melibatkan siswa yang dianggap berprestasi dalam berbagai kegiatan di sekolah. Padahal, profesor bahasa dan sastra Indonesia ini menyebut bahwa eksistensi siswa di sekolah harus diakaui meski dengan berbagai latar belakang kemampuan.


Turut jadi pembicara pula dalam forum tersebut Kasi Intel Kejari Kota Mojokerto Joko Sutrisno, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto Amin Wachid, serta Ketua PGRI Kota Mojokerto Mulib..


(Bud)
 

Bagikan

RadarposTV