Selama Dua Hari diadakan Pameran Keris di Candi Sukuh

Minggu, 02 Oktober 2022 : 05:29








Keris Peninggalan Sunan kalijaga

Radar Pos.Com.Karanganyar---
Untuk kali pertama pameran keris diadakan di tempat peradaban Nusantara, yakni di kompleks Candi Sukuh, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar.jawa Tengah.


 Pameran Keris Peradaban Nusantara ini digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (1-2/10/2022). Sebanyak 20  keris primitif dipamerkan.

Co host pameran, Dayu Handoko, mengatakan dipilihnya Candi Sukuh sebagai lokasi pameran bukan tanpa alasan. Candi Sukuh dianggap sebagai salah satu literatur primer untuk mempelajari pembuatan keris dengan teknologi tempa-lipat.

“Biasanya pameran digelar di keraton, mal, Musium dan tempat-tempat lain di pusat kota. Tapi teman-teman perkerisan ingin agar pameran diadakan di Candi Sukuh. Kenapa? Karena di candi ini ada relief pande yang merupakan salah satu literatur primer bagi teman-teman untuk mempelajari bahwa teknologi tempa lipat sudah ada sejak zaman dahulu,” ujarnya saat ditemui di lokasi pameran, Sabtu.

Pameran yang diprakarsai Yayasan Surya Chandra Kartika tersebut juga bertujuan menjadi sarana edukasi masyarakat. 


“Mengedukasi bahwa keris bukan senjata. Karena senjata itu ya pedang, panah, dan tombak. Keris adalah simbol jati diri atau ageman, wujud dari doa,” imbuhnya.

Selain itu, pameran ini juga untuk meluruskan stigma keris yang diidentikkan dengan mistis. Padahal  keris bermakna kebijakan hidup yang tersembunyi.

“Keris sering dikaitkan dengan hal-hal gaib, syirik, praktik supranatural atau perdukunan, dan lain-lain. Dengan pameran ini ada edukasi supaya masyarakat tahu bahwa keris adalah sinengker aris atau kebajikan hidup yang tersembunyi,” ujar Dayu.

Selain 20 keris primitif, pameran ini juga menampilkan 40 bila keris lain yang usianya lebih muda. Keris primitif memiliki perbedaan dengan keris-keris lain dari era yang lebih muda.

Secara fisik, kata Dayu, keris primitif bentuknya masih sederhana dan sebagian besar masih lurus. Selain itu, keris primitif ini bagian-bagiannya masih menyatu antara bilah dengan gagangnya.

Sedangkan dari segi materialnya, kandungan bajanya lebih sedikit dibandingkan kandungan besinya. “Keris primitif kandungan bajanya tipis, besinya tebal. Sedangkan keris era Majapahit ke sini bajanya tebal, besinya yang tipis,” imbuhnya.

Penggagas Pameran Keris Peradaban Nusantara, Tony Hatmoko, mengatakan di Karanganyar banyak situs yang salah satu reliefnya berhubungan dengan pembuatan pusaka/keris. Candi itu antara lain  Sukuh dan Ceto.

“Di Candi Ceto ada punden berundak namanya pande pande yang berhubungan dengan pusaka keris. Tadinya pameran akan diadakan di sana, tapi berhubung saat ini masih ada pemugaran, maka kemudian diadakan di Candi Sukuh ini yang sama-sama ada reliefnya tentang keris juga,” ujarnya.

Selain itu, banyak warga Karanganyar yang menyukai perkerisan, tapi belum pernah ada pameran keris. Sehingga pada pameran kali ini diadakan di kompleks situs yang secara spirit sangat berhubungan.


Pameran diramaikan dengan bursa keris dan sarasehan yang diikuti pelaku perkerisan dan masyarakat. Sedangkan pada Minggu (2/10/2022) diadakan kirab ritual budaya keris.

Kurator dan pengamat keris, Ady Sulistyono, mengatakan pembuatan bilah keris atau tosan aji merupakan karya seni sakral yang bertujuan sebagai kebaktian manusia kepada Tuhan.

“Serta sebagai simbol lingga-yoni yang diterapkan ketika empu pande [pembuat keris] sedang menempa, menempatkan bilah kepada warangkanya. Menunjukkan bahwa keris bermakna ketuhanan/simbol ketuhanan sehingga kedudukan keris sangat tinggi di masyarakat,” imbuhnya.


(R-01)

Bagikan

RadarposTV