Eks Kepsek-Bendahara BOS SMK di Sleman Selewengkan Dana Rp 299 Juta

Jumat, 07 Oktober 2022 : 16:32



Keduanya Di Tahan di Polresta Sleman Jogyakarta

Radar Po.Com.Sleman
---- Eks kepala sekolah (kepsek) dan bendahara BOS di salah satu SMK swasta di Kabupaten Sleman ditangkap Polresta Sleman. Keduanya diduga menyelewengkan dana BOS periode tahun 2016 sampai dengan 2019.

Dua tersangka yakni perempuan inisial RD (43) yang merupakan eks kepsek, dan NT (61) yang saat peristiwa itu menjabat sebagai bendahara BOS. Kerugian negara disebut mencapai ratusan juta rupiah.

"Adapun kerugian negara dari audit BPKP Rp 299 juta. Tersangka ada dua dan sudah ditahan di rutan Polresta Sleman," kata Wakapolresta Sleman Kompol Andhyka Donny Hendrawan saat rilis kasus di Mapolresta Sleman, Jumat (7/10/2022).

Kanit IV Tipidkor Satreskrim Polresta Sleman Iptu Apfryyadi Pratama menambahkan kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari masyarakat pada Januari 2020.

Setahun penyelidikan, per November 2021 polisi menerbitkan laporan polisi model A dan kemudian dilakukan audit. Dari situ ditemukan adanya kerugian keuangan negara terkait pencairan dana BOS.

"Atas dasar alat bukti itu kami minta keterangan ahli kemudian kami laksanakan gelar penetapan tersangka sehingga RD selaku saat itu kepsek SMK dan NT saat itu bendahara BOS di SMK dapat ditetapkan sebagai tersangka," jelas Apfryyadi.

Dijelaskannya, modus kedua pelaku yakni mengambil dana BOS di bank namun tidak semua dana itu digunakan untuk keperluan sekolah. Sebagian uang BOS masuk ke kantong pribadi dan ada yang dibagikan ke tim BOS sekolah.

"Ini berlangsung dari tahun 2016 sampai 2019, dana tersebut disisihkan terlebih dahulu dan sisanya baru disetorkan ke bendahara sekolah. Dan dana yang masuk ke bendahara itu dipotong lagi untuk kepentingan pribadi pelaku dan tim BOS," jelasnya.

Dari pemeriksaan kedua pelaku motif mengemplang dana BOS ini karena ekonomi. Keduanya ingin mendapat tambahan penghasilan karena telah bekerja lembur.

"Motif mereka ingin mendapatkan penambahan uang masuk untuk pendapatan mereka karena sudah bekerja ekstra kemudian untuk kebutuhan sehari-hari," katanya.

Keduanya kini telah ditahan di rutan Polresta Sleman per 4 Oktober 2022. Apfriyyadi menyebut tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru karena dari Rp 299 juta itu dibagi ke beberapa orang di tim BOS.

"RD sebelum ditahan mengaku guru, kemudian NT statusnya sudah pensiun. Kami masih dalam pengembangan. Tidak menutup kemungkinan nanti akan ada tersangka lain," jelasnya

Di sisi lain, tersangka NT dan anggota tim BOS yang menerima aliran dana itu telah mengembalikan sebagian uang. Total uang yang sudah dikembalikan yakni Rp 16,25 juta.

"NT ini sudah mengembalikan kerugian negara Rp 6,8 juta. Di Pasal 4 UU Tipikor terkait pengembalian kerugian negara itu tidak menghapuskan pidananya," terangnya.

Lebih lanjut, barang bukti yang diamankan polisi yakni 35 dokumen yang disita dari saksi. Kemudian uang sejumlah Rp 16,25 juta yang dikembalikan sebagai bentuk pengembalian uang dana BOS yang menjadi pengembalian kerugian negara.

Polisi kemudian menjerat tersangka RD dengan Pasal 2 atau Pasal 3 UU RI No 20 tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 KUHP jo Pasal 64 KUHP. Sementara untuk NT dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 atau Pasal 8 UU RI No 20 tahun 2001 tentang Tipikor jo Pasal 55 KUHP jo Pasal 64 KUHP. Ancaman hukuman penjara bisa sampai seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun


(Team)
 

Bagikan

RadarposTV