Besuk Pilkades Serentak Di Sragen Waspadai Para Botoh

Senin, 24 Oktober 2022 : 17:03



Pilkades Sragen Tahun 2022 secara serentak

Radar Pos.Com.Sragen
--- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, menengarai adanya kelompok tertentu yang ikut bermain dalam pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2022. Terutama di wilayah Desa Plumbon, Kecamatan Sambungmacan, Sragen.

Bupati tidak menjelaskan siapa kelompok tertentu yang ia maksud. Ia hanya mengimbau semua pihak wajib menjaga kondusivitas daerah. Bupati mengancam siapa pun yang terbukti menganggu jalannya Pilkades serentak akan ditindak tegas.

“Pimpinan daerah berupaya semaksimal mungkin untuk mendeteksi dini dan mencegah kemungkinan terjadinya kerawanan dalam Pilkades Serentak 2022,” jelas Yuni, sapaan Bupati Sragen, saat ditemui wartawan seusai apel gelar pasukan pengamanan Pilkades Serentak 2022 di Mapolres Sragen, Senin (24/10/2022).

Pada hari pencoblosan, Selasa (25/10/2022) besok, Muspida akan keliling mengecek pelaksanaan pilkades di enam desa. Empat desa di antaranya Gabugan (Kecamatan Tanon), Desa Sidokerto (Plupuh), Pilang (Masaran), dan Banyurip (Sambungmacan).



Yuni mengaku dapat informasi tentang adanya kelompok tertentu yang ikut bermain di Desa Plumbon. Saat ditanya tentang kelompok yang dimaksud itu apa kemungkinan botoh? Yuni tak menjawab secara jelas, tetapi tidak juga membantahnya.

“Saya kira Pak Kapolres sudah bisa mendeteksinya. Itu kelompok tertentu. Saya mengimbau kepada semua pihak, baik para kandidat, pendukung, tim sukses, dan kelompok-kelompok tertentu itu supaya menjaga kondusivitas Sragen,” paparnya.

Ia juga mengingatkan kepada semua pihak bahwa beda pilihan itu wajar. Jangan sampai hal itu menimbulkan perpecahan di antara warga.
 

Kapolres Sragen, AKBP Piter Yanottama, mengerahkan ratusan anggotanya di 19 desa yang menggelar pilkades. Jumlah personel menyesuaikan dengan tingkat kerawanan.

Dia menyebut bagi desa-desa yang aman cukup penempatan dua personel Polri ditambah satu personel TNI dan dua orang linmas. Bagi desa yang rawan, kata dia, maka ditempatkan empat personel Polri, satu TNI, dan dua linmas.

“Ada juga pasukan yang stand by di posko baik di Kodim maupun di Polres serta di eks-kawedanan sebagai pasukan power hand. Bila sewaktu-waktu ada peningkatan eskalasi di tempat pemungutan suara (TPS) maka pasukan itu bisa digerakkan. Nanti malam, kami adakan patroli berskala besar untuk memantau situasi di 19 desa tersebut,” jelas Kapolres.


Kapolres juga tidak menjelaskan kelompok tertentu di Plumbon itu. Dia menyatakan persoalan potensi botoh sudah bisa dipetakan. Sesuai dengan pernyataan Bupati, bagi aktivitas kontra produktif dan berlawanan dengan guyub rukun akan ditindak tegas.


“Jadi berhati-hatilah. Semua harus kondusif, tidak ada intimidasi, money politics, dan hal lain-lain. Semua harus kondusif dan lancar. Biar proses pilkades berjalan alamiah,” jelasnya.

Dandim 0725/Sragen, Letkol (Inf) Yoga Yastinanda, menyampaikan ada 100 personel TNI yang diterjunkan untuk membantu Polres Sragen dalam pengamanan Pilkades Serentak. Dia mengatakan personel itu disebar ke wilayah kecamatan.

“TNI bertugas yang sama untuk mem-backup Polri dalam menciptakan kondusivitas desa selama pilkades. Semua daerah menjadi titik rawan karena tidak bisa melihat dari satu sisi atau satu efek. Kelompok di Plumbon itu itu hanya menjadi indikator mengapa Plumbon mendapatkan prioritas. Selain itu dinamika politik di Plumbon cukup tinggi,” ujarnya.


(R-01)

Bagikan

RadarposTV