Pemda Ambil Alih Aset Mal Malioboro-Ibis Jogya Karena Kerja Sama Sudah Habis

Rabu, 14 September 2022 : 05:26


Hotel Ibis Jogya

Radar Pos.Com.Jogja
--- Kerja sama Build Operate And Transfer (BOT) antara PT Yogyakarta Indah Sejahtera (YIS) dengan Pemda DIY telah berakhir sehingga pengelolaan Mal Malioboro dan Hotel Ibis berpindah tangan.


 Ketua Serikat Pekerja Mal Malioboro dan Ibis Malioboro, Sutopan Basuki, mengungkapkan total ada 240-an pekerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

"Hotel ada 100, di mal ada 140-an, total 240. Semua PHK. Yang untuk Malioboro Mall (ditentukan) besok. Hari ini Ibis Malioboro," kata Topan, sapaan akrabnya, saat diwawancarai wartawan, Selasa (13/9/2022).

Ia menjelaskan, untuk PHK tersebut, seluruh hak pesangon mereka dipenuhi oleh PT YIS. Tapi untuk bekerja lagi di Ibis Hotel dan Mal Malioboro mereka harus mendaftar ulang.

"Untuk hak pesangon dipenuhi manajemen PT YIS. Sedangkan kami berharap bisa mendapatkan prioritas bekerja kembali," ujarnya.Topan menambahkan, informasi terbaru dari pengelola terbaru yaitu PT Setya Mataram Tritunggal, mereka mendapatkan kesempatan untuk melamar.

"Informasi terakhir, pengelola baru memberikan kesempatan untuk melamar lagi. Tidak secara otomatis tetap ada seleksi baru tadi malam oleh mengatasnamakan pemilik. Dari pemilik lama harus di PHK," ujarnya.


Sebagai karyawan di Ibis Malioboro yang sudah puluhan tahun, kata Topan, dirinya bersama dengan rekan-rekannya telah mengenal hotel tersebut. Makanya, dia berharap mendapatkan prioritas dan tidak dipersulit.

"Harapan diprioritaskan karena kita sudah sangat melekat dengan properti di tempat ini. Harapan kami tidak dipersulit. Ada teman kita yang memasuki masa pensiun. Di hotel 25 tahun, 40 persen yang lama-lama," katanya.

Sementara itu, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X berharap pergantian pengelola Mal Malioboro dan Ibis Malioboro tak perlu mengorbankan karyawan. Ini juga pertimbangan agar kedua aset Pemda DIY itu tetap beroperasi.

"Tidak akan sampai di sana (PHK). Kecuali mengundurkan diri tidak ada pilihan. Makanya tidak ditutup. Tenant (penyewa) tetap masuk," kata Sultan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji menambahkan, soal prosedur karyawan, karena sudah berganti manajemen maka PT YIS yang akan melakukan PHK.

"Seandainya itu karyawan masih ingin bekerja dan manajemen baru membutuhkan itu tetap akan bekerja," jelas Aji.Manajemen baru yaitu PT Setya Mataram Tritunggal, kata Aji, berwenang menentukan apa yang harus dilakukan terhadap karyawan lama.

"Dengan manajemen baru soal mendaftar atau tidak mendaftar prosedur itu tetap harus dilakukan. Harus ada pendataan terhadap karyawan baru," katanya.Soal prioritas, lanjut Aji, tetap akan dilakukan pendataan dulu. Keahlian dan kebutuhan tentunya harus sama.

"Pendataan tentang profil dia seperti CV kan gitu, supaya ada apa namanya profil SDM seperti apa. Tentu ikatannya dengan pengelola baru," imbuhnya.


(R-01)
 

Bagikan

RadarposTV