Pembangunan Di Lahan Hijau di Sapen Belum Berijin

Jumat, 09 September 2022 : 06:03

 

Bangunan di Lahan Hijau desa Sapen belum berijin

Radar Pos.Com.Sukoharjo
---Tanah sawah yang ada di Wilayah Desa Sapen, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.merupakan Green Belt ( Lahan Hijau)  , namun saat ini berdiri bangunan gudang yang kokoh.


Sementara Informasi dari Lapangan bahwa tanah  ini sudah hak milik ,sekarang yang mana pemilik nya Agung berdiri bangunan atau gudang,sayangnya belum dikeringkan dan belum ada ijinnya , saat itu kedesa Sapen membikin jalan kemudian akan dibangun   bangunan semi permanen.namun kenyataanya tidak justru bangunan kokoh.


 Sementara Kepala Desa Sapen Bajang Sukarmo ketika dikonfirmasi awak media Radar Pos.Com mengatakan ,bahwa desa tidak memberikan ijin pembangunan, ternyata sekarang malah dibangun permanen dan sudah jadi.


Bangunan yang ada di Sapen Mojolaban Sukoharjo

Ditambahkan Bajang itu adalah tanah milik pribadi yang benar luasnya 2 .300 M 2 dengan cara membeli dan sekarang miliknya Agung sendiri , bukan tanah kas desa Sapen ,dirinya selaku kepala Desa sudah mengigatkan ,kalau nekat itu urusanya mas Agung sendiri.


Ketika menemui dirinya, bahwa bangunan semi permanen, kemudian ketemu teman maka sekarang dibangun begitu mewah kayak gitu ,dibangun setahun hingga sekarang.Kalau mau disegel itu sudah urusanya Agung Selaku Bos jamur .hanya kesalahan adalah Administrasi terang Bajang .memang belum ada ijin pengeringan dan IMB nya.


Sementara Agung Ketika di klarifikasi kerumahnya oleh awak media setengah mengelak, bahkan mencurigai awak media gadungan sempat menanyakan identitas segala bahkan ada juga anggota Polres Sukoharjo dirumahnya yang mungkin sudah di hubungi.


Kepala Desa Sapen Mojolaban Bajang Sukarmo

Dia Agung mengatakan manfaat dan  penggunaan Lahan Hijau, apakah salah kalau di tanahnya itu digunakan untuk Pembibitan Jamur ,wong dirinya ingin usaha kok malah di permasalahkan .  dan tanah itu di katakan Agung itu tanah milik pribadinya .namun ketika di desak IMB dan Pengeringan Tanah tetap berkutat .


Sementara (Fj) ikut menanam saham jamur tersebut , yang juga ngaku Intel Polres.sekali lagi dirinya mengatakan  ikut nanam saham .padahal dalam aturanya Kapolri (Perkap) Nomor 9 Tahun 2017 Tentang usaha bagi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri)pasal 2 ayat 1 Perkap tersebut berbunyi “ Anggota Polri dapat menjalankan usaha sesuai dengan ketentuan peraturan Perundang-undangan.


Perkap ini juga mengatur larangan –larangan bagi polisi yang berbisnis ,sedang pasal 2 ayat 2 Polisi dilarang untuk menjalankan usaha yang dapat merugikan negara .


Polisi dilarang bekerja sendiri atau orang lain. di dalam atau diluar lingkungan kerja dengan tujuan mencari keuntungan Pribadi , Golongan atau pihak lain yang dapat  merugikan. Artinya Polisi tidak boleh memiliki saham atau modal dalam perusahaan yang kegiatan usahanya berada dalam ruang lingkup kekuasaanya.


Sedang Pada pasal 5 Peraturan Pemerintah Nomor 2 Tahun 2013 Tentang Peraturan disiplin anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia ( PP 2/2003 ) mengatur beberapa larangan bagi Anggota Kepolisian RI dalam rangka memelihara kehidupan bernegara dan bermasyarakat .
Maka dengan adanya hal tersebut kepada pimpinanya anggota tersebut agar diberikan peringatan atau teguran.


(Team)

Bagikan

RadarposTV