Kasus Pengisian Perangkat Desa Serentak di Klaten, Pemkab Bakal Evaluasi

Sabtu, 03 September 2022 : 05:34



Pengisian Prangkat Desa di Kabupaten Klaten

Radar Pos.Com.Klaten
--- Pemkab Klaten bakal mengevaluasi pelaksanaan pengisian perangkat desa serentak tahun 2022 yang menyisakan penolakan di beberapa desa. Evaluasi itu berkaitan dua hal, apa itu ?

"Yang ada di masyarakat, kalau tahapan ini kan sudah selesai. Keberatan-keberatan di masyarakat kita catat dan untuk evaluasi ke depan," jelas Wakil Bupati Klaten, Yoga Hardaya Jumat (2/9/2022) di DPRD.

Menurut Yoga, ada dua catatan yang menjadi bahan evaluasi Pemkab Klaten. Antara lain tentang penilaian oleh perguruan tinggi.

"Nilai dari perguruan tinggi ini sebelum diumumkan harus benar-benar dicermati. Pencermatan itu penting agar jangan nanti menimbulkan masalah," lanjut Yoga.
Selain itu, terang Yoga, persoalan penerbitan SK pengabdian dari kepala desa menjadi evaluasi Pemkab. SK tersebut harus cermat diberikan.

"SK itu harus cermat diberikan agar tidak muncul masalah. Hari ini tahapan pelantikan sudah selesai, jika ada yang tidak puas bisa menempuh jalur hukum," imbuh Yoga.

pelantikan di semua wilayah berjalan lancar. Tidak ada penolakan seperti hari pertama.

Di Desa Sembung, Kecamatan Wedi yang sempat didera aksi protes tidak ada aksi saat pelantikan. Polres Klaten mengerahkan puluhan personel, anjing pelacak dan masih dibackup TNI.

Spanduk yang terpasang di depan balai desa sudah dicopot. Spanduk dibawa mobil Satpol-PP Pemkab Klaten yang ikut berjaga di lokasi.

Di Desa Bogem, Kecamatan Bayat yang muncul lapor polisi pelantikan tetap dilakukan. Hanya ada satu karangan bunga dukungan pengusutan laporan SK palsu dikirim ke Polres Klaten.

Di Desa Taskombang, Kecamatan Manisrenggo pelantikan 5 perangkat desa, termasuk istri Kades yang menjadi sekretaris desa dilakukan pukul 15.00 WIB. Di Desa Tambakan, Kecamatan Jogonalan juga sama berjalan lancar.

"Betul itu Bu kades (istri pak kades) mencalonkan diri dan lolos," ungkap Camat Manisrenggo, Raharjo Dwi Setiyono kepada Wartawan.

Kades Taskombang, Kecamatan Manisrenggo, Aris Sumarno membenarkan istrinya lolos seleksi Sekdes. Sejak awal pilihan mengabdi itu sudah dipertimbangkan.

"Kami sudah pertimbangan, istri saya sudah mengabdi 12 tahun sebagai guru PAUD desa dengan gaji Rp 300.000 dan kebetulan juga saya berposisi sebagai kades sehingga istri saya juga memikirkan warganya di PKK," ucap Aris

Istrinya, sebut Aris, dari sisi kapasitas ilmu bahkan lebih baik dari dirinya karena lulusan fisipol UGM. Soal ke depan bagaimana, dirinya dan istri sudah berniat mengabdi.

"Kami berdua akan profesional, bekerja sebaik - baiknya karena tujuan kami sejak awal mengabdi di desa. Kita akan nyawiji mengabdi untuk desa," imbuh Aris


(R-01)

Bagikan

RadarposTV