Kasus Bumdes Berjo sampai saat ini belum ada Tersangkanya ada Apa??

Senin, 15 Agustus 2022 : 19:30


Korupsi uang Negara digerogoti tikus

Radar Pos.com.Karanganyar-
--Terkait dengan kasus dugaan korupsi dana BUMDes Berjo Desa Berjo Ngargoyoso Karanganyar, Ketua Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Belanja Negara (LAPAAN RI) Dr.BRM .Kusumo Putro, SH.MH mengatakan bahwa seharusnya saat ini Kejaksaan negeri Karanganyar sudah menetapkan tersangkanya.namun ada apa belum tersangkanya.


Karena apa yakni mengingat pemeriksaan saksi sudah selesai, sudah di temukan kerugian negara, hasil audit inspektorat juga sudah selesai, sehingga apabila sampai saat ini belum di tentukan tersangkanya menurut Kusumo perlu dipertanyakan kinerja Kejari Karanganyar. “Ada apa di balik semua ini”, ujarnya.


Oleh karena itu Kusumo Putro minta Kejari Karanganyar untuk transparan dan segera mengumumkan siapa tersangka dalam kasus BUMDes Berjo ini.Ditambakan Kusumo kerugian negara yang di timbulkan dengan adanya kasus dugaan korupsi dana BUMDes Berjo ini lebih dari 1,5 milyar. Oleh karena itu Kejari Karanganyar untuk segera menyampaikan kepada publik berapa sebenarnya kerugian negara yang ditimbulkan oleh para pelaku atas dugaan korupsi dana BUMDes Berjo ini dan segera untuk menjeloskan semua tersangka ke penjara dan memproses sesuai dengan undang-undang hukum yang berlaku.


Selain itu menurut Kusumo karena kasus sudah berlaku 8 bulan lebih seharusnya tersangkanya sudah bisa di umumkan oleh Kejari Karanganyar karena kasus ini sudah menjadi perhatian public.
Disamping itu yang perlu  disampaikan bahwa dengan adanya dugaan korupsi BUMDes Berjo ini dampaknya sangat besar sekali merugian masyarakast terutama masyarakat Desa Berjo karena seharusnya pendapatan BUMDes Berjo di gunakan sebesar besarnya untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat Desa Berjo.


“Karena itu LAPAAN RI meminta Kejari Karanganyar segera mengumunkan siapa-siapa tersangkanya dalam kasus ini”, papar Kusumo.Dana yang diduga menjadi bancaan itu disinyalir dari proyek pemugaran obyek wisata “Telaga Madirda” Desa Berjo tahun 2020.


Dari hasil pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, didapati adanya penggunaan dana sebesar Rp795juta untuk menyelesaikan masalah hukum atau bantuan hukum, namun tidak jelas permasalahan hukum apa.
Untuk kerugian Negara yang ditimbulkan adanya Bumdes Berjo sejumlah Rp 1.5 Milyar.untuk itu Kejari Karanganyar segera menyampaikan kepada publik berapa sebenarnya kerugian negara itu dan segera menetapkan tersangkanya dan memproses sesuai undang-undang yang berlaku.


Sementara Tokoh Berjo yang juga Mantan Kepala Desa mengakui sampai sekarang Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka, Terang Dwi kepada awak media di rumahnya . 

 
(Team) 

Bagikan

RadarposTV