Ada 33 siswa SD di Tegal Keracunan Usai Jajan Makaroni Telur

Selasa, 09 Agustus 2022 : 04:50


 

Pihak sekolah saat di datangani petugas polisi Tegal

Radar Pos.Com.Tegal
--- ‎Puluhan siswa SD di Kabupaten Tegal diduga mengalami keracunan massal usai memakan jajalan makaroni telur (maklor), Senin (8/8/2022). Tujuh siswa harus dirawat di rumah sakit.Peristiwa tersebut terjadi di SDN 01, SDN 02, dan SDN 03 Kelurahan Slawi Wetan, Kecamatan Slawi. Puluhan siswa dari tiga sekolah itu mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, pusing dan lemas usai memakan maklor yang dijual di lingkungan sekolah.


Kepala Sekolah SDN Slawi Wetan 01, Murtini‎ mengungkapkan, siswa yang diduga keracunan merupakan siswa kelas 3 dan 4. Mereka mengalami gejala keracunan tak lama setelah memakan maklor yang dibeli saat jam istirahat.


"Seperti biasa saat jam istirahat jam 09.00 WIB, anak-anak jajan maklor. Beberapa menit kemudian, satu anak muntah-muntah, disusul anak-anak yang lain. Kami segera laporan ke pukesmas dan dari puskemas langsung ke sini, disusul dari Dinas Kesehatan," ungkapnya, Senin (8/8/2022).


Selain siswa SDN Slawi Wetan 01, Murtini menyebut gejala keracunan ternyata juga dialami siswa dari SDN Slawi Wetan 02 dan 03 yang berada di satu kompleks. Mereka langsung mendapat penanganan dari petugas Puskesmas Slawi dan Dinas Kesehatan.


"Setelah ditangani, ada tiga siswa yang dirujuk ke IGD Rumah Sakit dr Soeselo karena kondisinya lemas," kata dia.Menurut Murtini, peristiwa tersebut baru pertama kali terjadi. Adapun penjual maklor yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah lama berjualan di lingkungan sekolah.


"Penjualnya sudah bertahun-tahun jualan di sini (sekolah). Waktu hari Jumat (5/8/2022), saya juga sempat beli, malah makan sampai habis, tidak apa-apa. Tapi memang dari muntahan anak-anak ada maklornya," ujar dia.


Petugas Surveilans Dinas Kesehatan Kabupaten Tegal, Siti Putri Nur Khaolifah ‎mengatakan, total siswa yang diduga keracunan berjumlah 33 orang. Mayoritas mengalami gejala pusing, mual dan muntah-muntah.


"Dari masing-masing SD ada 11 siswa yang alami gejala keracunan. Kalau yang masih dirawat ada tujuh anak. Tiga di rumah sakit, empat di PSC Dinkes. Sisanya sudah membaik dan pulang ke rumah," ungkapnyaSiti mengatakan, sampel dari makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan sudah diambil dan akan diperiksa di laboratorium di Semarang. Hal ini untuk memastikan penyebab dugaan keracunan. 


"Yang dijadikan sampel untuk diperiksa sisa makaroni kering, basah, minyak goreng, dan lain-lain," ucapnya.Sementara itu Wakapolres Tegal Kompol Didi Dewantoro mengatakan, Satreskrim sudah menindaklanjuti peristiwa tersebut dengan mengirim tim identifikasi ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari Polsek Slawi. 


"Tim memeriksa saksi dan korban di rumah sakit. Informasi awal keracunan maklor, tapi saat ini masih kita dalami lagi, masih kita lakukan penyelidikan di TKP apakah betul dari makanan itu atau tidak," ujarnya


(R-01)
 

Bagikan

RadarposTV