Gubernur Jateng Ganjar Pranowo: Kekosongan Kuota PPDB SMA/SMK Untuk Keluarga Tak Mampu

Jumat, 15 Juli 2022 : 05:03




Gubernur Jateng Ganjar Pranowo

Radar Pos.Com.Solo
--— Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan kekosongan kuota SMA/SMK negeri yang tak terisi saat Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB 2022/2023 diprioritaskan untuk anak dari keluarga tak mampu.Tegas Orang Nomor Satu di Jateng ini.

Hal itu disampaikan Ganjar seusai acara Rakernas Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) di Hotel Alila Solo, Kamis (14/7/2022).
Dijelaskan dalam siaran pers yang diterima mengenai kebijakan tersebut, Ganjar sebenarnya sudah mengingatkan ke daerah sejak awal.

“Yang kurang murid bisa kita isi ya. Makanya dulu kita ingatkan di beberapa daerah melakukan itu tetapi hanya sedikit kok, tidak terlalu banyak,” ujar Ganjar.

Diinformasikan bahwa jumlah lulusan SMP/MTS di Jateng pada 2022 mencapai 522.295 orang. Sedangkan daya tampung SMA/SMK negeri pada PPDB Jateng 2022/2023 mencapai 217.745 orang.

Di sisi lain, jumlah peserta didik baru yang diterima 216.107 orang atau 99,25 persen dari daya tampung. Artinya ada kekosongan kuota untuk 1.638 peserta didik.

Ganjar mengatakan sisa kuota tersebut diisi untuk siswa dari keluarga tak mampu. “Kita kalau yang kosong-kosong itu kita prioritaskan untuk, maaf, yang tidak mampu. Kalau mereka keluarga miskin kita prioritaskan,” ujarnya.

Di sisi lain, Ganjar mengatakan opsi sekolah swasta juga mesti dipertimbangkan para orang tua siswa yang mampu pada PPDB SMA/SMK Jateng tahun ini. Alasannya, kuota SMA dan SMK negeri memang tidak bisa menampung seluruh lulusan SMP.

“Banyak juga sekolah swasta, apalagi yang di kota juga bagus-bagus, itu bisa diisi karena memang semua tidak bisa tertampung di sekolah negeri,” katanya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jateng, Uswatun Khasanah, mengatakan masih ada waktu sebelum kegiatan belajar mengajar di sekolah dimulai pada 18 Juli 2022 mendatang untuk mengisi kekosongan kuota tersebut.

Saat ini, kata Uswatun, sudah 99 persen terpenuhi dari total 217.000-an kuota atau daya tampung sekolah. “Sisanya hari ini sudah dikeluarkan surat edaran pemenuhan sekolah kepada pemangku wilayah,” kata Uswatun.

Imbauan juga disampaikan agar pemenuhan diprioritaskan bagi siswa dari keluarga tidak mampu. “Sekolah yang tidak terpenuhi sedikit sekali, sekitar 0,75% dan itu di pinggiran semuanya. Dalam waktu lima hari ke depan insyaallah semua nanti terpenuhi,” ujarnya.


(R-1)

Bagikan

RadarposTV