Gibran Desak Ganjar Pranowo Beri Keputusan Tentang Pembangunan SMA Negeri di Wilayah Pasar Kliwon Solo

Rabu, 06 Juli 2022 : 05:06


 

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

Radar Pos.Com.Solo
--- Rencana pembangunan SMA Negeri di wilayah Kecamatan Pasar Kliwon, Solo terus diperjuangkan Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. Bahkan, Gibran sudah bertemu langsung dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo saat upacara dan syukuran Hari Bhayangkara ke-76 di Semarang, Selasa (5/7/2022).


"Kita tunggu saja keputusan dari Pak Gubernur. Tadi pagi sudah ketemu juga sama Pak Gubernur," kata Gibran, Selasa (5/7/2022).Menurutnya, keinginan itu sudah disampaikan ke Ganjar Pranowo untuk penambahan sekolah.


Menurutnya, jika SMA Negeri di wilayah itu tidak ditambah, maka setiap tahun akan seperti muncul permasalahan.

 
"Saya kira lebih pas kalau sekolah offline dari pada online. Jadi solusinya sekolahnya ditambah di Pasar Kliwon," katanya.Dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, lanjut dia, sudah koordinasi dan diskusi bersama. Jadi ditunggu saja kedepannya seperti apa. 


"Kalau belum dibangunkan dan difasilitasi tiap tahun akan seperti ini terus. SD, SMP ono masalah ora? Ora to, malah kakean dan solusinya itu regruping. Tapi ini SMA, perlu penambahan sekolah solusinya," ungkap dia.


Gibran mengatakan, dari dinas pendidikan provinsi sebenarnya sudah setuju ada penambahan di Pasar Kliwon. Tapi ini tinggal menunggu keputusan dari gubernur, karena ini wewenangnya gubernur.


"Untuk lahan tidak ada masalah, sudah dibicarakan. Kita menunggu arahan dan instruksi saja," sambungnya. Kalau dari pengalaman yang sudah-sudah membangun sekolah yang ukurannya menengah hanya enam bulan selesai. Kalau yang besar satu tahun selesai.


"Cepet kok nek bangun sekolah. Enam bulan selesai," ucap dia.Sementara itu Anggota Komisi IV DPRD Solo, Ekya Sih Hananto mengatakan jika setiap tahun warga Kecamatan Pasar Kliwon tidak pernah mendapatkan sekolahan negeri.


"Dengan adanya zonasi banyak warga kita yang di swasta padahal warga Pasar Kliwon, warga strata menengah kebawah atau kurang ekonominya.  Kalau tidak bisa sekolah negeri kasihan," paparnya.


"Maka kita tokoh tokoh di Pasar Kliwon memohon melalui dinas bakorwil 7 untuk membuat pernyataan bahwa kita membutuhkan dan segera dibangun SMA 2 dipindahkan disini," tegasnya.
Ekya menambahkan, sebenarnya Pemkot sudah memberikan sebagian lahan di HP 0001 untuk diberikan kepada SMA 2 seluas 3.000 meter persegi.Tetapi sampai sekarang belum ada proses pembangunannya. Setelah dicek alasannya dari provinsi karena standar SMA itu minimal 4.000 meter persegi. 


"Jadi kalau 3.000 meter persegi tidak layak untuk dibangun sekolahan. Ini akhirnya jadi tolak ulur lagi, sempat muncul wacana akan dibuat SMA 2 atau sekolah dua, jadi sekolah satunya tetap di sana tapi sampai sekarang belum ada jawaban," kata Ekya


(R-01)
 

Bagikan

RadarposTV