Proyek Viaduk Gilingan Solo Dimulai Juli dan ditutup Total

Jumat, 17 Juni 2022 : 07:24


Viaduk Gilingan Solo Saat banjir

Radar Pos.com.Solo
--- Proyek Rehab viaduk Gilingan di Jl Ahmad Yani, Kelurahan Gilingan, Banjarsari, Solo, ditargetkan bisa mulai dikerjakan pada Juli mendatang. Arus lalu lintas melalui kawasan tersebut dipastikan akan dialihkan ke jalur lain.

Dengan celah yang sempit di viaduk membuat tidak ada opsi lain selain penutupan jalan. Riska Sasanti dari Tim Teknis PPK Area 1 Balai Teknik Perkeretaapian  Jawa Bagian Tengah (BTP Jabagteng) kepada para wartawan, Kamis (16/6/2022), menyebut sejauh ini proyek Viaduk Gilingan masih tahap awal.

Untuk tahapannya sejauh ini masih awal, jadi kami belum bisa memastikan rekayasa [lalu lintas] yang dilakukan seperti apa. Tapi melihat celah yang sempit itu pasti akan ditutup dan dialihkan ke jalan lain,” ujarnya.

Lebih lanjut, mengenai risiko kemacetan lalu lintas karena ada beberapa proyek yang berjalan bersamaan, ia mengatakan belum bisa memberikan jawaban. Yang jelas, Juli diharapkan proyek rehab Viaduk Gilingan, Solo, sudah mulai berjalan.

“Penutupan jalan dan pengalihannya seperti apa, kami belum tahu karena hari ini baru teken kontrak, Juli diharapkan proyek sudah berjalan,” ucapnya.Ada pun proyek Viaduk Gilingan berupa pelebaran jalan serta memperdalam jalan. Lagi-lagi Riska mengaku tidak hafal mengenai lebar jalan dan kedalaman jalan yang akan dikerjakan.
 

Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kegiatan Pengembangan Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah, Dheky Martin, memastikan Jl A Yani, Solo, sekitar Viaduk Gilingan bakal ditutup total selama pelaksanaan rehab.

“Kami tutup total karena kami akan normalisasi clearence jalan agar terpenuhi 4,2 meter struktur Voided Slab. Lebar jalan juga akan ditambah menjadi kurang lebih 12 meter,” ungkapnya.

Proyek Viaduk Gilingan, Kecamatan Banjarsari, Solo, menjadi bagian rangkaian proyek strategis nasional (PSN) proyek pembangunan rel layang (elevated rail) simpang Joglo.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo, Hari Prihatno, mengatakan ada beberapa lokasi yang diprediksi akan menerima beban arus lalu lintas hingga terjadi kemacetan jika viaduk Gilingan ditutup.

Lokasi itu antara lain Simpang Lima Balapan, Simpang Lima Banjarsari, dan Jl Brigjen Katamso Mojosongo. “Itu lokasi-lokasi yang harus diwaspadai karena pengalihan arusnya hampir semua melalui jalur itu,” ujarnya.


Diberitakan sebelumnya, kondisi Viaduk Gilingan kerap menimbulkan masalah bagi pengguna jalan. Seperti banjir hingga kendaraan tersangkut sudah tak terhitung lagi berapa kali terjadi.

Rehab Viaduk Gilingan Solo dengan membangun underpass sudah pernah direncanakan pada 2014 dengan rencana realisasi pada 2015. Rencananya, Viaduk Gilingan dilebarkan menjadi 20 meter dan diperdalam sehingga ketinggiannya sesuai standar UU Lalu Lintas yakni 4,2 meter.

Saat ini ketinggian Viaduk Gilingan hanya 3,4 meter. Estimasi kebutuhan anggaran saat itu mencapai Rp26 miliar dan diperkirakan selesai dalam empat bulan. Namun, rencana itu gagal karena terkendala pembebasan lahan milik warga di utara dan selatan Viaduk Gilingan.

Tak hanya untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas, rehab Viaduk Gilingan Solo juga untuk mendukung keberadaan Masjid Raya Sheikh Zayed tak jauh dari viaduk tersebut. Masjid yang merupakan miniatur masjid dengan nama sama di Abu Dhabi Uni Emirat Arab itu akan menjadi ikon wisata religi baru di Kota Solo.Jawa Tengah.
(R-01)

Bagikan

RadarposTV