Peluang Bisnis Jagung Pulut Di Masa Pandemi

Rabu, 08 Juni 2022 : 06:01



    

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur

Radar Pos.Com.Surabaya
--. Jagung ketan atau jagung pulut merupakan jagung khusus yang semakin banyak dibutuhkan konsumen dan industri. Jagung Pulut juga salah-satu komditas agribisnis yang prospektif, kompetitif, dan menjanjikan pendapatan yang lebih baik terutama bila dibisniskan sesuai kebutuhan pasar dengan melalui model industri rumah tangga.


Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura mengajak para petani untuk menanam jagung pulut di masa pandemi saat ini.


“ Penanaman dapat dilakukan Tanpa Olah Tanah (TOT) dengan catatan pembersihan lahan harus tetap dijaga untuk mengurangi serangan hama atau penyakit sisa dari tanaman terdahulu. Penanaman terbaik pada pagi atau sore hari. Sebelum benih ditanam sebaiknya direndam dalam POC (dosis 2-4 cc/lt air selama 1 malam). Benih dimasukkan ke dalam lubang tanam yang telah ditugal sebanyak 1 biji. 

Kemudian ditutup dengan tanah setelah itu dilakukan pengairan.” Penjelasan cara penanaman jagung pulut oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur Dr. Ir. Hadi Sulistyo, M.SI, CIHCM saat diwawancarai di Kantor.


Adapun manfaat dari jagung pulut diantaranya, 1. Sangat baik dikonsumsi oleh penderita diabetes, jantung, dan cocok untuk yang sedang menjalani program diet dikarenakan jagung pulut memiliki kandungan amilosa yang relatif rendah 2. Jagung pulut digunakan sebagai bahan baku marning, selingan makanan lainnya seperti dodol, perkedel, buras, songkolo dan gogos campur beras ketan. 3. Harga benihnya lebih murah. 4. Mudah untuk dipasarkan karena industri marning siap membeli jagung pulut lokal yang dihasilkan. 5. Memungkinkan ditanam lima kali dalam setahun. 6.Tahan kekeringan, hemat air, dan pupuk. 7. Biomassa dapat dijadikan pakan ternak dan janggelnya dapat digunakan sebagai kayu bakar untuk menghemat minyak tanah dan tabung gas, tambah Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur.


Jagung Pulut

Jagung ketan ditemukan di China pada awal tahun 1900 dengan karakter endosperm berwarna kusam seperti lilin (waxy). Karakter waxy disebabkan adanya gen tunggal waxy (wx), endosperm jagung ketan yang homozigot (wx) dapat menghasilkan amilopektin hingga 100%.


Pada tahun 2013, Badan Litbang Pertanian menghasilkan dua varietas unggul jagung ketan/pulut, yaitu Pulut URI-1 dan Pulut URI-2. Kedua jagung ketan tersebut lebih ditujukan untuk memenuhi kebutuhan industri marning. Selain untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, jagung ketan juga berpeluang diekspor dalam bentuk jagung panen muda.


Untuk penanaman dan perawatan jagung pulut sama dengan jagung yang lainnya oleh karena itu diharapkan masyarakat dapat menjadikan jagung pulut sebagai pilihan untuk bercocok tanam.

(Ris)
 

Bagikan

RadarposTV