kompetisi Lomba Krenova Kabupaten Sragen 2022.diikuti 55 Inventor

Jumat, 24 Juni 2022 : 07:42







Lomba Krenova Tahun 2022 di Sragen

Radar Pos.Com.Sragen
--- Sebanyak 55 inventor dari kalangan pelajar SMP dan SMA, mahasiswa, dan masyarakat umum berkompetisi dalam Lomba Kreativitas dan Inovasi (Krenova) Kabupaten Sragen 2022.

Lomba Krenova Kabupaten Sragen 2022 itu diselenggarakan di Aula Oproom Sekretariat Daerah (Setda) Sragen, Selasa-Rabu (21-22/6/2022). Pada lomba tersebut akan memilih juara I, II, dan III untuk mewakili Kabupaten Sragen ke lomba Krenova tingkat Soloraya, Jawa Tengah, sampai Nasional.

Tim juri dipimpin Prof. Endang Yuniastuti dari Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Dari 55 inventor itu 45 inventor di antara dari kalangan pelajar dan 10 inventor dari mahasiswa dan umum.

Sebanyak 28 inovasi dipresentasikan pada Selasa (21/6/2022) dan sisanya 27 inovasi pada Rabu (22/6/2022).
Sebagian besar inovasi berupa produk makanan dan minuman olahan menggunakan bahan yang sudah tidak dimanfaatkan, seperti kulit singkong, bekatul, kulit pisang, kulit salak. Ada juga produk aplikasi dan produk elektronik berbasis robotika.

Tiga orang siswi SMAN 1 Sragen mengolah kulit pisang menjadi permen. Produk tersebut diberi nama Pukis atau permen kulit pisang. Kemudian, dua orang siswi SMAN 1 Gondang, Sragen mengolah biji nangka menjadi produk mi yang diberi nama Mi Bank.

Siswa dari SMPN 2 Gemolong juga mengolah bekatul menjadi kue tart dan produk-produk lainnya. Selain mengolah biji nangka menjadi mi, siswa lain dari SMAN 1 Gondang juga mengubah daun sawi menjadi nori yang disebut Nori Sawi atau Risaw. Mereka Amanda Novia Fitriyani dan Afita Sari.


Mereka mengaku sengaja membuat nori berbahan sawi sebagai pengganti nori berbahan rumput laut. Di Jepang, nori digunakan untuk membuat sushi atau menjadi teman makan nasi dan makanan lainnya.Daun sawi hijau memiliki senyawa aktif yang bermanfaat. Di dunia kesehatan sawi hijau bisa meningkatkan imunitas. Selain itu sumber nutrisi yang baik dan seimbang. Bahan itu yang dipilih sebagai bahan baku nori,” kata Amanda saat paparan di depan tim juri.



Dua siswi lainnya dari SMAN 1 Gondang, Puput Amelya Romandani dan Arthyas Sita Lindyani memaparkan produk kerupuk bunda atau kerupuk berbahan daun bambu muda. Mereka memilih daun bambu muda karena banyak ditemukan di kampung.

Siswi SMAN 1 Sragen juga tak mau kalah. Mereka mengolah daun ajeran yang merupakan tanaman perdu liar menjadi permen yang diberi nama Permen Gujeran atau Gummy Daun Ajeran.

“Awal mula di SMAN 1 Sragen bersih-bersih. Halaman sekolah banyak banget rumput ajeran. Kami mencari manfaat di internet ternyata bisa menjadi obat penurun demam. Kami membuat inovasi sebagai obat demam untuk anak-anak,” tutur Andi Puan Maharani, salah satu perwakilan peserta dari SMAN 1 Sragen.

“Sudah diujicoba pada anak demam dengan suhu 39 derajat Celsius. Bisa sembuh setelah 3-5 hari,” imbuh dia.


(R-01)
 

Bagikan

RadarposTV