Prof Ova Emilia Dilantik sebagai Rektor UGM 2022-2027

Minggu, 29 Mei 2022 : 07:16




Pelantikan Rektor UGM Jogjakarta Prof Ova Emilia

Radar Pos.Com.Jogja-
--- Prof Dr Ova Emilia, M.Med, Ed, Sp.OG(K), Ph.D resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2022-2027 .. Pelantikan dilaksanakan di Balai Senat UGM.Ova Amelia menggantikan Prof Ir Panut Mulyono, M.Eng., D.Eng., IPU., ASEAN Eng., yang telah habis masa jabatannya. Pelantikan dilakukan oleh Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UGM Prof Dr Pratikno, M.Soc.,Sc.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward O.S. Hiariej, Gubernur Jateng yang Ketua Kagama Ganjar Pranowo, Kepala BIG Muh Aris Marfai, Kepala BKKBN Hasto Wardoyo dan Dirut BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti.


"Selamat bekerja, kami titip Ibu Rektor untuk bisa mempersatukan kekuatan UGM menjadi bagian dari kekuatan Indonesia," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis yang diterima dari Humas UGM, Jumat (27/5/2022).

Pratikno mengatakan UGM memiliki lebih dari 50 ribu mahasiswa sebagai potensi bangsa yang harus dikembangkan. Sehingga puluhan ribu mahasiswa itu, kata Pratikno, diharapkan dapat membawa universitas semakin menjulang tinggi dan mengakar kuat pada kepentingan kemanusiaan, masyarakat, bangsa, dan negara.

Dalam kesempatan yang sama, Ova Emilia menyampaikan ucapan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk mengawal UGM selama lima tahun ke depan. Ia menyampaikan komitmen terus memperkuat pendalaman dan penanaman jati diri UGM yakni sebagai Universitas Pancasila, Universitas Nasional, Universitas Perjuangan, Universitas Kerakyatan, dan Universitas Pusat Kebudayaan di lingkungan kampus serta menerjemahkannya dalam konteks terkini.

Ia menjelaskan saat ini universitas memasuki era perubahan besar dengan berbagai isu global seperti pandemi COVID-19, transformasi digital, dan perubahan iklim. Isu-isu tersebut disebutnya telah mendisrupsi seluruh aspek kehidupan manusia, termasuk tata kelola tri dharma perguruan tinggi.

Menghadapi berbagai tantangan dan peluang yang ada, Ova menekankan kembali posisionalitas UGM menghadapi era perubahan besar ini. Menurutnya yang pertama, UGM perlu hadir sebagai kampus penjaga persatuan, kebhinekaan dan kebangsaan.

Kedua, lanjut Ova, UGM harus mengambil posisi sebagai pemimpin transformasi institusi pendidikan tinggi di Indonesia.

"UGM juga memiliki peran penting sebagai pengawal kepemimpinan strategis Indonesia di level global. UGM perlu ikut berperan sebagai mitra pemerintah Indonesia yang kritis dan konstruktif dengan menyediakan kajian serta rekomendasi yang berpegang teguh pada kaidah-kaidah keilmuan dan relevansi," urai Ova.


(R-01)

Bagikan

RadarposTV