Kades Suyatno Diperiksa 4 Jam Soal Dugaan Korupsi BUMDes Berjo

Rabu, 11 Mei 2022 : 16:57



Kades Berjo Suyatno saat di Periksa di Kejaksaan Negeri

Radar Pos.Com.Karanganyar
--— Kepala Desa (Kades) Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Suyatno, kembali diperiksa penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat, Rabu (11/5/2022).Pemeriksaan kali ketiga oleh Korps Adhyaksa ini terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan dana Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Berjo. Kades Suyatno diperiksa tim penyidik Pidana Khusus (Pidsus) selama empat jam lebih.


“Hari ini kami memeriksa Kades Berjo. Tadi diperiksa mulai pukul 10.00 sampai 14.00 WIB,” kata Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Karanganyar, Tubagus Gilang Hidayatullah, Dalam pemeriksaan tersebut penyidik masih fokus meminta keterangan Suyatno terkait pengelolaan dana BUMDes. Pemeriksaan ini untuk mendalami adanya perbuatan melawan hukum.


Sebelumnya penyelidikan kasus dilakukan tim penyidik Intel Kejari. Dalam penyelidikan tersebut belasan saksi telah diperiksa. “Pulbaket [pengumpulan bahan dan keterangan] rampung dilakukan oleh bagian Intel dan sekarang dilimpahkan ke Pidsus untuk diperdalam,” tuturnya.

Kemungkinan jumlah saksi yang akan diperiksa mencapai 15-an orang. Selain perangkat desa dan pengurus BUMDes, pemeriksaan juga akan dilakukan terhadap pegawai Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraha (Disparpora) Karanganyar.

Penyidik juga menggandeng Inspektorat Daerah Karanganyar untuk menghitung kerugian negara dalam kasus ini.

Kepala Kejari (Kajari) Karanganyar, Mulyadi Sajaen, mengungkapkan ada indikasi potensi kerugian negara pada kasus BUMDes Berjo. Untuk mengusut kasus ini, penyidik Pidsus maraton memeriksa saksi-saksi.

“Dari sejak awal gelar perkara sudah ada indikasi kerugian negara. Makanya Intel mendalami dengan melakukan penyelidikan dan sekarang dilanjutkan Pidsus,” katanya.Ihwal aliran dana BUMDes Berjo ke mana saja dan digunakan untuk apa, Kajari mengatakan masih mendalami. Termasuk soal aliran dana untuk bantuan hukum dalam kasus tersebut.

Dia mengatakan pengusutan kasus dugaan korupsi pengelolaan dana BUMDes Berjo masih dalam tahap penyelidikan. Artinya belum ada tersangka yang ditetapkan.

Kasus ini dugaan korupsi dana BUMDes Berjo mulai diselidiki Kejari setelah ada laporan masyarakat pada awal Januari lalu. Adapun laporan itu berupa dugaan korupsi penggunaan anggaran Rp2,6 miliar yang dikelola BUMDes tersebut. Kemudian penggunaan dana Rp795 juta untuk proses penyelesaian hukum.

Kemudian mengembangkan ke dugaan korupsi pembangunan kawasan parkir yang dikelola BUMDes Berjo. Jika nantinya perkara itu dinaikkan statusnya ke penyidikan maka akan ditelusuri nilai kerugian riil sekaligus menguak pelaku korupsi.

“Jika minimal alat bukti telah memenuhi ya akan kita tindaklanjuti. Yang terpenting jangan sampai kita mengabaikan prinsip penegakan hukum,” katanya.Plt Kepala Inspektorat Karanganyar, Suprapto, mengatakan masih menunggu koordinasi dengan Kejari untuk audit kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi dana BUMDes Berjo.

(Team)
 

Bagikan

RadarposTV