Gagasan dari ujung pelosok Desa." Partai Perkasa"

Kamis, 26 Mei 2022 : 18:32



Radar Pos.Com.Sukoharjo
---Ide atau gagasan sebagai alat perjuangan dari Masa ke masa ,Mulai tadi sore pikiranku berputar memahami Gagasan-gagasan masa lalu sampai berita hari ini yang aku baca tentang para sahabat mahasiswa yang pro dan kontra dengan berita partai "baru" bernama Partai mahasiswa Indonesia.
 
Sungguh itu ada dua hal yang menjadi subtansi pokok dalam ide dan gagasan, menarik untuk di ulas dan di pahami dari masa lampau dan masa sekarang. Dua subtansi itu adalah pro dan kontra dalam garis juang dengan alat perjuangan.

Kilas renungan yang perlu saya ulas di sini untuk menjadi penyegar daya ingat kita semua terhadap sejarah bangsa kita sebelum dan sampai sesudah bangsa Indonesia Merdeka.

Tahun 1927 PNI di dirikan oleh Bung karno dan kawan-kawan, tahun 1929 bung karno beserta 4 tokoh PNI di tawan dan di adili belanda di tahun 1930 dan masuk penjara sukamiskin , dan di tahun 1931 PNI di pimpin Mr. Sartono.

Di tahun itu pula PNI di bubarkan, ada pro kontra dari pembubaran itu. Akhirnya perjuangan dengan kepartaian di lanjutkan oleh Mr. Sartono di lanjutkan lagi dengan mendirikan "Partindo" atau partai Indonesia. Dengan berjalannya waktu, setelah bung karno keluar dari penjara, dia bergabung dengan Partindo.

 

Poto Kenangan Alm Ibu Rachmati dan Alm Sudir Santoso

Fakta ini membuktikan bahwa jauh sebelum bangsa ini merdeka saja, Putra-Putra terbaik bangsa ini mendirikan partai sebagai alat perjuangan dalam garis juangnya. Kesadaran mandiri dalam ekonomi dan kooperatif dengan bangsa Hindia Belanda sudah terbentuk dan ada.

Beda kondisi dengan era kemerdekaan, para tokoh Nasional bergagasan mendirikan bangsa yang satu untuk semua, dan para tokoh nasional bersepakat bangsa ini menganut politik kepartaian dalam demokrasi.
 
Karena organisasi partai politik membawa warna ideologi dan prinsip prinsip perjuangan.
Hal ini kita sadari sebagai komitmen berbangsa dan nilai juang yang harus di jaga untuk mencapai tujuan berkeadilan sosial.
 
Kiranya nafas juang hari ini sama, di bawah panji agung sang saka merah putih dan ideologi pancasila, para sahabat mahasiswa ini sedikit lupa tentang sejarah jalan juang.
 
Sedikit frase kalimat melawan lupa, hari ini perlu saya sampaikan. Saat gaduh dan hiruk pikuk hari ini tentang "Parkindo" menjadi "partai mahasiswa Indonesia " . Rupanya beberapa waktu yang lalu ada sejarah yang terulang saat "partai pelopor" besutan Alm ibu Rachmawati Sukarno Putri bermeta morfosa dari hasil kongres partai pelopor dan memutuskan merubah namanya menjadi "Partai Perkasa" (Partai pergerakan kebangkitan Desa Nusantara).
Kiranya tak perlu putra alm ibu Rachma menjelaskan apa beliau Alm ibu Rachmawati setuju dengan akuisisi atau perubahan nama terhadap partai pelopor itu.
 
Suatu keniscayaan bagi suatu bangsa untuk mengisi kemerdekaannya dengan alat perjuangan partai.
Apapun itu proses perubahan nama partai pelopor menjadi partai perkasa adalah amanat kongres partai. Perlu saya tekankan di sini, bahwa sejarah kebesaran dua nama yaitu Alm ibu Rachmawati dan Alm Sudir Santosa, pasti akan menjadi ruh ideology juang partai perkasa.
 
Persis kata bung karno ketika berpesan dengan semangat Nasionalnya :"Warisi api juangnya, jangan warisi abunya". tentu kita maklum bahwa beliau adalah putra terbaik bangsa dengan Nasionalisnya ,dengan segala kurang dan lebih yang ada, beliau adalah putra sang fajar bangsa ini.

Sejenak juga kita ingat, bahwa Bung Hatta mengatakan: "Indonesia akan jaya bukan dari satu obor dari kota /ibukota Jakarta, tapi Indonesia akan jaya dari nyala api dari lilin- lilin di Desa ".

 Suatu sejarah baru lahir, dan secara de fakto bahwa Alm Sudir Santosa, tentunya bersama para sahabatnya juangnya yang masih hidup ,menancapkan tonggak sejarah baru dengan lahirnya Undang-Undang Desa no 06 tahun 2014 menjadi Undung -undang yang sakral dan keramat saat para putra- putra terbaik bangsa ini menyadari pesan pendiri bangsanya.

Seorang bung karno melahirkan putri ideologisnya alm ibu Rachmawati dan seorang Muhammad Hatta melahirkan putra ideology beda zamannya yaitu Sudir Santosa.

Ya tentu Desa yang mandiri di bidang ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan pemerintahan, karena Desa adalah pilar bangsa pondasi negeri.
Tak berlebihan kiranya jika konsep politik kenegaraan untuk membawa fajar Indonesia baru seperti cita-cita bung karno dan para pendahulu Bangsa ini.

 Jika Sudir santosa beserta para sahabatnya di parade Nusantara,sebelum beliau wafat. Bony z minang beserta sahabatnya yang pernah dekat secara ideologys dengan Alm ibu Rachmawati.

Kedua gerbong besar yang sadar betul tentang politik Desa, politik kebangsaan menggagas gerakan baru untuk menyongsong fajar Indonesia baru itu dengan gerakan kepartaian serta berusaha menyatukan ide ide perjuangan Alm Sudir Santosa dan alm ibu Rachmawati.

Dwi Cahyono dan Ristiyanto Sekretaris DPN Partai Perkasa

Tak perlu berbasa basi maka para putra terbaik desa dalam garis juang desa, sahabat-Sahabat Sudir santosa melalui beliau di penghujung usianya dan sahabat serta orang orang dekat Alm ibu Rachmawati melahirkan gerakan ideology juang desa dengan bersama bergabung dalam partai Perkasa (partai pergerakan kebangkitan Desa).

Lantas apa ada yang salah dengan gagasan para penerus bangsa dengan alat juang partai perkasa??.
Waktu yang akan mengukurnya, dan kebangkitan desa yang menjadi pilar bangsa pondasi negeri itulah yang akan membuktikan bahwa pikiran Alm ibu Rachmawati, alm Sudir santosa dan segenap para pengusung.

 Ideology partai perkasa yang menjadi pengurus DPN Dan aktifis dalam partai tersebut seperti Bony z Minang, Reinhard Rusli, Eko Suryo santjojo, Ristiyanto, Guntaro, Sudir Santosa, dan tentu beserta para aktifis ruh juang Desa.

Kiranya tak berlebihan jika nantinya akan ada babak baru kebangkitan dan kejayaan Desa di Indonesia karena kesadaran politik dan kedaulatan politik itu perlu kita bangun serta menjaganya.

Bung karno pernah mengatakan bahwa kemerdekaan itu adalah jembatan emas, hal besar yang harus terjadi dan menjadi keniscayaan adalah mengisi politik kebangsaan ini dengan cara- cara sesuai amanat undang undang Dasar.

Jayalah Bangsaku bersama anak -anak Desa!!
Salam merdesa untuk Indonesia.(**) 

(Dwi Cahyono)

Bagikan

RadarposTV