Webinar Internasional Universitas Surakarta Sambut Dies Natalis ke-23 Bagi Kemajuan Dunia Wirausaha

Selasa, 19 April 2022 : 09:12


Photo Bersama Dalam Webinar Internasional  UNSA

Radar Pos.Com.Surakarta-
--- Universitas Surakarta menyelenggarakan Webinar Internasional dalam rangka Dies Natalis Universitas Surakarta yang ke-23, Kamis (17/4/2022).Langkah Yang Positif dan Keren webinar tersebut mengangkat topik Transformasi Pendidikan Tinggi dengan Pola Pikir Kewirausahaan dan Metode Pembelajaran.


Topik tersebut diangkat karena berwirausaha merupakan pilihan profesionalisme masa depan bagi para mahasiswa setelah mereka lulus studi nantinya.
Peluang berwirausaha bagi generasi muda di Indonesia sangat terbuka dan luas. Indonesia merupakan negara besar, baik dari sisi sumber daya ekonomi maupun pasarnya.
 
Pendidikan di perguruan tinggi menjadi media dan wadah penggerak dan pengasah keahlian para mahasiswa mereka untuk bertumbuh menjadi calon wirausaha handal dan Hebat.. 

Sistem belajar dan mengajar yang  mendorong minat dan keahlian mahasiswa untuk berorientasi menjadi seorang wirausaha secara dinamis perlu diciptakan dan keberlanjutan.

Webinar Internasional Universitas Surakarta diselenggarakan sebagai upaya untuk berkontribusi menumbuhkan jiwa kewirausahaan melalui peran pendidikan tinggi.
Mindset terhadap jiwa kewirausahaan  perlu dan penting agar terus dibangun melalui pendekatan strategis tata kelola dan manajemen di setiap perguruan tinggi.

Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Surakarta, Astrid Widayani,MBA. dalam kesempatan tersebut memberikan beberapa rumusan simpulan yang mengarahkan pada konsepsi dan praktikal dari telaah setiap paparan para narasumber.

Astrid Widayani, MBA bersama DR.R.Agus Trihatmoko

Ia mengatakan, para mahasiswa sebagai generasi muda yang ingin meraih kesuksesan di bidang kewirausahaan sangat bergantung dari niat yang dilengkapi dengan ilmu yang diperoleh, maka dapat menjadi bekal masa depan dalam memasuki dunia usaha.Kewirausahaan yang dimaksud juga mencakup sebagai diri wirausaha, serta jika bekerja di dunia industri.

“Ilmu itu pusatnya di perguruan tinggi, meskipun tidak bisa berdiri sendiri. Oleh karena itu, dunia pendidikan mesti menjalin kerjasama dengan industri." ujar Astrid yang juga akademisi ini.


Keberhasilannya tergantung dari proses belajar mengajar termasuk kurikulum yang dibangun di setiap perguruan tinggi. Sebuah kesadaran diri oleh para mahasiswa untuk meminati bidang kewirausahaan memang harus diawali oleh mindset para dosen mereka.

Arahnya yaitu membentuk mindset kewirausahaan di perguruan tinggi tercipta secara kolektif  dengan sistem terintegrasi, dari sisi manajemen institusi dengan penyelenggaraan pembelajaran/ perkuliahan.
Hal tersebut relevan dengan arah pembangunan perekonomian Indonesia menuju kesejahteraan nasional ke depan.

Dalam konteks ini, maka pendekatan teoritis dan konsepsinya harus terus digali dan dikembangkan oleh insan perguruan tinggi dengan penelitian-penelitian terkini.

SemenTara Dr.R.Agus dalam Webinar hadir sebagai perumus simpulan bersama Astrid Widayani telah memberikan perspektif peluang-peluang penelitian tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi pada kewirausahaan.
Menurut dia, dari pemahaman terhadap paparan semua para narasumber diidentifikasi beberapa  teori mendasar sebagai acuan penelitian.
Pertama, dalam bingkai manajemen strategik dan tata kelola perguruan tinggi, dengan pendekatan teori institusional.

Kedua, kerangka kerjanya dengan pendekatan perilaku berwirausaha (entrepreneurial behavior) dan perilaku organisasional ‘para dosen’ dalam membangun dan menerapkan proses belajar mengajar (learning and teaching behavior).

Basik dari teoretis yang dimaksudkan kemudian diperdalam untuk membangun mindset kewirausahaan dengan perluasan teori-teori baru, yaitu institutional culture, intention & motivation, habit of student, ability, dan lainnya. 
 
Tinjauan teori dan konsep-konsep tersebut juga memberikan peluang untuk diperluas dengan manajemen bisnis dan program MBKM, termasuk digitalisasi ekonomi.

Misalnya mencakup konsep-konsep yang relevan yaitu strategic management, institusional governance, corporate governance.
Tentunya, hal itu kembali pada tujuan awalnya yaitu membangun mindset kewirausahaan di lingkungan perguruan tinggi.

Capaian yang diharapkan adalah peningkatan keahlian (up skill) sebagai pengembangan keahlian umum (general skill), bagi para mahasiswa. 
Agus menambahkan catatan bahwa penelitian itu sangat penting sesuai konteks negara dan masyarakatnya, dengan tetap mengkaitkan faktual perkembangan perekonomian global.

Peluang penelitian tersebut dapat ditempuh dengan metode kuantitatif atau kualitatif menurut permasalahan dan teori-teori yang ingin dipecahkan atau ingin ditemukan solusi konsepsinya
Pengalaman praktik dan teoretis yang disajikan oleh para narasumber Webinar juga memotivasi dan menginspirasi untuk membangun kewirausahaan kepada para mahasiswa di setiap perguruan tinggi di Indonesia.

Kebijakan Kemendikbud sudah sangat jelas dengan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).Proses belajar dan mengajar harus diatur sedemikian rupa bersama-sama dengan praktiknya di dunia industri, serta kuliah lintas program studi di internal dan eksternal perguruan tinggi dalam negeri atau luar negeri.

Dari sana pendidikan kewirausahaan akan menjadi lebih dapat dipahami oleh para mahasiswa, karena mereka mengalami berpraktik atau magang selama kuliah sesuai desain kurikulumnya.Demikian juga lintas ilmu diperoleh sebagai input skill, jika menempuh lintas program studi.

Astrid Widayani, MBA

Menurut Astrid, MBKM masih menjadi pekerjaan rumah bagi setiap perguruan tinggi, dan peran pemerintah masih diperlukan dukungannya dalam mengimplementasikan.Namun demikian, dalam konteks praktik hal itu sudah dapat dirintis dan dikembangkan di internal perguruan tinggi melalui pusat inovasi dan kewirausahaan.


Departemental atau kelembagaan tersebut sekaligus menjadi tempat berpraktik wirausaha oleh para mahasiswa, dan juga menjadi bagian pemberdayaan ekonomi di lingkungan perguruan tinggi. 
Kemajuan baru di era digital sekarang menjadi keniscayaan pemanfaatnya bagi semua perguruan tinggi dalam proses belajar mengajar, dan itu jelas terkait pula dengan kewirausahaan.


“Digitalisasi di dunia perguruan tinggi tersebut telah saya perkenalkan yang menjelaskan tentang Integrated Smart Online Learning (ISOL) dan Graduate Skills Assessment (GSA)," kata Astrid yang juga selaku Praktisi Eduprenuership.Saat ini terlihat ada tren positif bahwa generasi muda setelah lulus dari perguruan tinggi memilih merintis usaha grafiknya terus meningkat.
Persaingan kompetensi berwirusaha tentu akan linier dengan minat berwirausaha kalangan muda tersebut.

“Para mahasiswa perlu mendapat pengetahuan akademik dan pengalaman praktiknya sebelum nanti terjun sebagai wirausaha, termasuk jika memilih bekerja di dunia industri. Hard skill dan soft skill  harus mulai diperoleh pada saat meniti studi di bangku kuliah mereka," tambahnya memberikan dorongan pada para mahasiswa.

DR.R .Agus Trihatmoko

Tinjauan tentang kewirausahaan berikutnya, Agus Trihatmoko sebagai Ekonom Universitas Surakarta memberikan pandangan terkait tema Webinar Internasional tersebut.

Sebelum kepada proses tersebut, maka penekanannya pada mindset kewirausahaan para dosen dan semua pemangku kepentingan di dalamnya perlu diperkuat terlebih dahulu. Webinar Internasional Universtas Surakarta kemarin, banyak memberikan manfaat bagi ilmu pengetahuan, baik secara praktikal maupun akademik, termasuk menginspirasi para peneliti. Kami berdua merasa mendapat kesempatan istimewa dapat turut serta berdiskusi di antara para narasumber hebat dari berbagai negara. Semoga memberikan manfaat bagi kemajuan kewirausahaan di Indonesia”. 
 
Dalam webinar tersebut, beberapa narasumber yang hadir antara lain Prof. Teuku Faisal Fathani, Ph.D. (Acting Director of Technology, Research, and Community Service, Ministry of Education, Culture, Research and Technology Republic of Indonesia).

Ada pula Speaker’s: Prof. Dr. Dominique Bourqui (Director of DBA Program, Business School Lausanne, Switzerland); Prof. Dr. Issy Yuliasri (TEFLIN Coordinator for Central Java Region, Semarang State University, Indonesia); Dr. Jonathan Rante Carreon (Vice President for International Relations, Huachiew Chalermprakiet University, Thailand); Dr. Avinash Pawar (Savitribai Phule Pune University, India); Dr. Nhelbourne K. Mohamad, Ph.D. (Mindanao State University, Philippines).

Sementara selaku Panel Discussion & Summary: Astrid Widayani, MBA. (Chair of Surakarta Higher Education Foundation, Indonesia) & Dr. R. Agus Trihatmoko (Vice Rector for Finance and Human Resources, The University of Surakarta, Indonesia).(**)
 

Bagikan

RadarposTV