Setelah Melakukan Tarling Di Kecamatan Ngargoyoso Bupati Sempat MenJengguk Keluarga Korban Longsor

Minggu, 24 April 2022 : 17:17



warga saat Melayat di Rumah Korban

Radar Pos.Com.Karnganyar-
---Bupati Karanganyar Melakukan Terawih Keliling di Kecamatan Ngargoyoso ,Karanganyar .setelah melakukan Tarling Orang Nomor satu di Karanganyar ini sempat  Melakukan Kunjungan Ke keluarga yang kena Longsor ,yang mengakibatkan anak 10 Th meninggal Dunia.


Dalam Kesempatan tersebut keluarga dimohon untuk tabah dan sabar, karena ini adalah musibah yang kita tidak tahu kapan akan terjadi .Bupati juga mendoakan putranya ditempatkan tempat yang terbaik terang Bupati Drs.H.Juliyatmono, MM. .


Sementara Di seberang rumah warga Berjo, Kecamatan Ngargoyoso  itu terdapat tebing setinggi sekitar 15 meter yang sudah ditalut. Tanpa rasa waswas atas ancaman longsor pada tebing itu, di sana mereka mulai memanggil-manggil teman mereka itu untuk diajak main sepeda.Pada saat itulah, Alif mengaku mendengar suara gemuruh dari tebing di sampingnya itu. Rupanya talut mulai pecah dan bergerak turun. Refleks, Alif langsung berusaha mengayuh sepedanya menghidari longsor yang semakin besar.

“Saya dengar suara gemuruh dan saya lihat talut sudah turun [longsor] bersama tanahnya. Posisi saya di depan Jonatan dan saya bisa cepat-cepat pergi,” ujar Alif.sementara Jonatan yang ada dibelakangnya Nahas bagi Jonatan yang berada paling belakang. Ia tidak sempat menyelamatkan diri sehingga akhirnya tertimbun bangunan talut dan berkubik-kubik tanah. Jonatan pun meninggal dunia di tempat.

Sementara itu, Brian yang sudah lebih dulu pergi mengaku tidak menyangka bahwa tebing di tempat itu akan longsor. “Saya sudah pergi duluan, jadi tidak kena longsor. Tapi saya juga tidak mengira kalau [talut] itu akan longsor,” ujarnya.

Warga yang mengetahui bencana itu langsung berdatangan ke lokasi dan berusaha mengevakuasi korban. Sebagian di antaranya menghubungi sukarelawan, polisi, aparat desa dan lainnya untuk memberikan pertolongan.

Tebing yang longsor di Ngargoyoso

Beberapa saat kemudian, bantuan datang dan mereka langsung berupaya mengevakuasi putra tunggal pasangan Purwanto dan Qori Megawati tersebut. Namun karena material tanah cukup banyak dan bongkahan talut cukup besar sehingga menyulitkan proses evakuasi. Baru sekitar satu jam kemudian tubuh Junatan ditemukan tertimbun bangunan talut bersama sepedanya. Saat ditemukan, Jonatan sudah meninggal dunia.

Jenazah langsung dibawa ke rumah korban yang berjarak sekitar 30 meter dari tempat kejadian untuk disucikan dan disalatkan sebelum dikebumikan sore harinya.Hingga sekitar pukul 17.00 WIB, para pelayat masih memadati halaman rumah duka untuk menyampaikan rasa belasungkawa kepada keluarga.


(Team)

Bagikan

RadarposTV