Candi Borobudur Merupakan Peradaban dunia dari Dulu hingga kini maka PeSonas Di Gelar

Minggu, 17 April 2022 : 04:33





PeSOnas di Candi Borobudur Magelang Jawa Tengah

Radar Pos.Com. Magelang
---- Sebanyak Ratusan disabilitas intelektual berkumpul di Taman Lumbini Candi Borobudur,Jawa Tengah  dalam rangkaian Kirab Obor dan Pesan Perdamaian Pekan Special Olympic Nasional (PeSONas). Para disabilitas intelektual tersebut menyampaikan pesan damai untuk dunia dari Candi Borobudur agar tidak terjadi Permusuhan..

Dalam kegiatan tersebut, para disabilitas intelektual melukis di kanvas dan di kain berbentuk melingkar. Selain itu, ada tulisan 'Pesan Kedamaian' di Taman Lumbini itu.
Ketua Umum Pengurus Pusat Special Olympic Indonesia (SOina) Warsito Ellwein mengatakan, pihaknya ingin menunjukkan pada dunia bahwa anak-anak bertalenta khusus atau disabilitas intelektual menyampaikan seruan damai dari Indonesia

"Karena selama ini dunia itu modern, pinter semua, intelektualnya luar biasa, tapi hatinya semakin kurang. Anak-anak ini yang dipunyai lebih itu hatinya. Intelektualnya kurang, tapi hatinya lebih baik. Hari ini kita sampaikan pada dunia, ini loh anak-anak ini punya hati sehingga mereka berkontribusi. Selama ini anak-anak isi seolah jadi beban," ujar Warsito kepada wartawan di Candi Borobudur, Sabtu (16/4/2022).

Anak-anak tersebut, lanjutnya, merupakan ciptaan Allah yang biasa. Anak-anak tersebut bukan ciptaan Allah yang catat.yang harus bisa berdampingan.


"Dia diciptakan Allah dengan kelebihan dan kekurangan seperti kita semua. Hari ini, kita tunjukkan pada dunia, anak-anak akan berkontribusi lewat hatinya. Supaya dunia itu lebih damai. Lebih guyub, lebih rukun, lebih bahagia," tegasnya.

Menyinggung soal pesan damai dari Candi Borobudur, kata Warsito, penting sekali karena Borobudur merupakan pusat peradaban dunia dari dulu hingga kini.


"Penting sekali mengapa Borobudur dipilih karena di Borobudur merupakan pusat peradaban dunia dari dulu. Kita harapkan dari sini (Borobudur) lahir peradaban baru yang lebih bahagia, guyub, dan rukun. Oleh karena itu Borobudur jadi penting," tuturnya.
PeSONas, katanya, seperti PON (pekan olahraga nasional) untuk anak-anak bertalenta khusus atau disabilitas intelektual.

"Seperti kalau Paralympic itu yang fisik. Kalau ini yang intelektualnya. Nanti tanggal 3 sampai 8 Juli 2022 di Semarang. Itu akan ada 2.500 atlet dari seluruh Indonesia yang akan datang kesana," katanya.

"12 cabang olahraga, tetapi disini tidak hanya prestasi saja. Bedanya dengan Paralympic dan Olympic itu kalau mereka pertandingan prestasi, kalau ini prestasi penting, tapi tidak hanya itu. Juga ada noncabang olahraga, ekspresi. Jadi guyub, rukunnya penting. Solidaritasnya sesama rekan penting. Prestasi penting juga, tapi tidak hanya prestasi. Bedanya di situ," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula, Kepala Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Jateng, Sinung Nugroho Rachmadi mengatakan, obor yang diarak akan menularkan semangat dan sekaligus informasi bahwa di Kota Semarang, Jawa Tengah akan dilangsungkan PeSONas.

"Itu (PeSONas) nanti akan menjadi semacam barometer sekaligus untuk rujukan atlit Special Olympic yang akan kita bawa dalam Special Olympics World Summer Games Berlin 2023," kata Sinung.

Sinung berharap, dengan adanya PeSONas tersebut akan merubah persepsi dan pola pikir masyarakat terkait dengan special intelektual.

"Disabilitas intelektual itu tidak menghalangi untuk mereka meraih prestasi baik di bidang seni dan olahraga. Mudah-mudahan pelaksanaan PeSONas itu nanti akan berlangsung dengan tertib dan lancar,pintanya.


(Team)
 

Bagikan

RadarposTV