Presiden Jokowi di Dies Natalis Ke- 46 UNS Solo Perubahan Cepat

Sabtu, 12 Maret 2022 : 06:01



 

Presiden saat di UNS Solo

Radar Pos.Com.Solo
--- Penyapaian Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta perguruan tinggi turut aktif dalam mendukung pemerintah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang siap menghadapi perubahan zaman.


Jokowi juga memperingatkan kepada perguruan tinggi besar, salah satunya Universitas Sebelas Maret (UNS) agar lincah dalam menghadapi masa perubahan seperti saat ini.


Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi dalam Sidang Terbuka Senat Akademik Dies Natalies ke-46 UNS Solo, Jumat (11/3/2022). Dalam arahannya, Presiden menjelaskan tentang upaya pemerintah yang tengah menyiapkan pengembangan SDM untuk menghadapi perubahan zaman yang makin cepat.


Berkaitan dengan hal tersebut, Presiden Jokowi mendorong UNS dan lembaga-lembaga pendidikan tinggi lainnya untuk turut berubah dan cepat belajar dengan perubahan zaman. Jokowi mengajak perguruan tinggi habis-habisan dan secepat-cepatnya melakukan pengembangan SDM.


Presiden Saat sambutan Di Dies Natalis Ke 46

“Pengembangan SDM harus berubah dan harus cepat berubahnya. Hati-hati, saya ingin mengingatkan kepada UNS. UNS saat ini sudah menjadi kapal besar. Kapal besar kalau mau mengubah [haluan] juga pelan-pelan,” katanya.


Padahal, lanjut Jokowi, yang dibutuhkan untuk menghadapi perubahan adalah kecepatan. Kapal kecil, menurut Jokowi, bisa belok dengan mudah. “Mahasiswa [UNS] 40.000 orang, gede banget. Hati-hati kapal besar ini, hati-hati. Bisa tidak lincah, tapi bisa lincah, tergantung nakhodanya,” ujarnya.


Menurut Presiden Jokowi, seluruh organisasi termasuk lembaga perguruan tinggi termasuk universitas harus lincah, harus cepat berubah, dan cepat belajar dari perubahan.


“Dunia berubah sangat cepat, ilmu pengetahuan berkembang cepat. Harus diikuti dengan program pendidikan yang dinamis, yang cepat. Risetnya juga harus cepat berubah sesuai tantangan zaman yang ada,” lanjutnya.


Lebih lanjut, Jokowi menyampaikan Indonesia tengah berupaya mengejar momentum bonus demografi yang diperkirakan terjadi pada 2030-2035. Dengan begitu SDM digital perlu disiapkan dari saat ini.


 “Saya membayangkan, kita hanya punya waktu mengejar pengembangan SDM dalam dua tahun saja. Kalau tidak nanti di dalam bonus demografi 2030-2035, habis kalau tidak bisa berubah,” lanjutnya.


(R-01)
 

Bagikan

RadarposTV