Dr. R. Agus Trihatmoko, SE.MM (Ekonom Universitas Surakarta) “Sukses Raih Hak Cipta Buku Murakabi”

Minggu, 13 Maret 2022 : 17:02



Dr.R Agus Trihatmoko, SE,MM Ekonom Handal

Radar Pos.Com.Solo
---Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia telah menerbitkan Surat Pencatatan Penciptaan atas Buku Murkabi Economics (Ekonomi Murakabi), Nomer 00331597. Dokumen tersebut diumumkan pada tangggal 8 Maret 2022, sesuai Normor permohonannya yaitu EC00202216232.  Pemegang Hak Cipta atas nama pencetus ekonomi murakabi sendiri yaitu Dr. R. Agus Trihatmoko, SE., MM., sebagai orang pribadi. 


Hak Cipta terhadap buku Ekonomi Murakabi tersebut merupakan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI). Pencatatan hak cipta untuk buku ekonomi murakabi oleh Kemenhumham sangat istiwewa dan patut kita syukuri. Ini juga menjadi bagian sejarah akademik dan praktikal dalam upaya pembangunan sistem perekonomian Indonesia, serta dunia internasional. Sehingga ada baiknya untuk disosialisasikan kepada publik, karena terkait dengan ilmu ekonomi. 

 
Pemikiran ekonomi murakabi memang terus saya kembangkan, dari berbagai sisi yaitu karya ilmiah melalui riset, kegiatan-kegiatan dan analisis situasionalnya tentang fenomena kehidupan sosial masyarakat, kemajuan industri dan teknologi, ekonomi dan politik, pada sekala lokal, nasional dan global.


Jadi terbitnya sertifikat Hak Cipta terhadap ekonomi murakabi menjadi sangat penting sebagai bingkai yang mengikat secara legal terhadap isi buku yaitu fundamental paradigmanya, teori dan konsepsinya.  
“Perlindungan hukum terhadap ekonomi murakabi bagi pribadi saya bukan masalah komersialisai buku. Tetapi mutlak pada paradigma, teori dan konsepsi ekonomi murakabi dalam sebuah sistem ekonomi dan tata-kelola korporasi, serta berkaitan dengan pemberdayaan kewirausahaan, UMKM dan koperasi”.


Mayoritas pemegang saham korporasi-korporasi besar adalah rakyat, sedangkan minoritasnya adalah para pemodal utamanya. Korporasi BUMN, BUMD, Swasta nasional dan multinasional secara teoretis struktur pemegang saham nya seperti itu. 


Turunan konsep ekonomi murakabi bersinergi dan berintegrasi antara korporasi dengan kelompok UMKM, kelompok koperasi, serta individual rakyat. Konteksnya dalam hal partisipasi opersional bisnis dan relasionalnya, serta juga tentang kepemilikian saham mereka pada perusahaan yang bersinergi.


Sehinggga, tujuan pembangunan perekonomian nasional adalah mensejahterakan rakyat, serta menempatkan kedualatan ekonomi pada rakyat.  Para pemodal atau kapitalis bersama-sama rakyat membangun bisnis dan kehidupan sosial ekonomi nasional, seperti amanat Pasal 33, UUD NRI 1945.
Fundamental paradigma kedaulatan ekonomi rakyat adalah pengamalan  Pancasila, utamanya Sila ketiga dan kelima. Sedangkan Sila lainnya tidak lepas dari maksud paradigma murakabisme ekonomi, maka di sana akan menciptakan kesejahteraan dan perdamaian kehidupan. 


Dari sudut pandang tersebut, maka pemikiran ekonomi murakabi diajukan sebagai sebuah sistem perekonomian nasional, yang juga berkait dengan perekonomian global.


Pencatatan Hak Cipta buku Ekonomi murakabi dalam dimensi kepentingan politik tentu sebagai upaya untuk terus diperjuangkan agar diimplementasikan di Indonesia. “Perekonomian kita telah terjebak dan terbawa arus pada neo-liberalisme yang mengutamakan kapitalisme atau bersifat kapitalistik”. 


Konstitualisasi ekonomi cenderung meninggalkan amanat Pasal 33 UUD NRI 1945. Terkecuali pada pembangunan ekonomi dengan format koperasi, padahal koperasi pada umumnya di Indonesia mengalami kesulitan ketika dihadapkan pada persaingan pasar bebas, serta mereka memiliki keterbatasan kekuatan permodalannya.

 

Bukti Hak Cipta

Tentang koperasi tersebut menjadi kuat dan berkembang usahanya, ketika berintergrasi dengan korporasi, baik dalam hal usaha maupun kepemilikan saham pada perusahaan terkait. “Ini teori terbarunya sudah selesai kami bangun/ciptakan yaitu disebut Korporasi Murakabi Koperasi”. 


Sekilas atau uraian singkat dari esensi isi/ maksud ekonomi murakabi dalam buku yang saya jelaskan tidak ditil. Sekedar untuk menerangkan kembali yang sekarang ini keilmuannya telah terlindungi secara hukum. Sehingga akan mengindari/ memproteksi kemungkinan adanya dualisme pengertiaan ekonomi ketika seseorang menjelaskan atau menulis tentang ekonomi murakabi.


“Justru yang kita sangat mengharapkan, adanya suatu pandangan analitikal dan kritisme dari mana pun yang sifatnya membangun pengertian ekonomi murakabi. Sehingga dapat memperkaya dan memperkuat keilmuannya, terutama pada konsep dan implementasinya”. 


Dengan begitu, tentang paradigma, teori dan konsep ekonomi murakabi yang sudah terbangun dalam isi buku Murakabi Economics: Towards People’s Welfare and Keeping The World Peace atau pun versi bahasa negara-negara Eropa dan Amerika Latin lainnya: “Diakui dan terlindungi secara hukum nasional dan Internasional, hingga seumur hidup saya ditambah efektif 70 tahun setelah saya meninggal dunia”.


“Tidak lupa dengan rasa tulus hati dan penuh syukur saya menyampaikan terima kasih kepada Kemenhumham, atas Hak Cipta yang diberikan kepada pribadi saya, oleh Direktur Jendral Kekayaan Intelektual u.b Direktur Hak Cipta dan Desain Industri”.Buku ini Penting untuk di pelajari dan dimiliki.

(**) 
 

Bagikan

RadarposTV