Penerus Baru Mangkunegaran Solo Mengerucut ke Bhre Cakrahutomo

Rabu, 19 Januari 2022 : 06:08



 

Keraton Mangkunegaran Solo tampak megah
 

Radar Pos.Com.Surakarta-- inilah Teka-teki siapa yang akan menjadi penerus KGPAA Mangkunagoro atau MN IX sebagai pemimpin baru Pura Mangkunegaran Solo akhirnya menemui titik terang.


Pengageng Wedhana Satrio Pura Mangkunegaran, KRMT Lilik Priarso Tirtodiningrat, mengatakan nama pemimpin baru Mangkunegaran atau calon KGPAA Mangkunagoro X mengerucut pada GPH Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo.


Bhre Cakrahutomo yang berusia 24 tahun merupakan putra kandung KGPAA Mangkunagoro IX dengan permaisurinya, GKP Prisca Marina Yogi Supardi. Selanjutnya tinggal menunggu musyawarah dengan melibatkan keluarga inti yakni sedherek dalem serta putra MN IX untuk memutuskan nama tersebut.


“Sudah mengerucut ke Gusti Bhre. Saya tidak berani mengatakan setuju atau tidak. Bagi saya itu [mengiyakan atau tidak] tidak boleh kalau belum pasti. Karena lembaga kami ini, institusi ini, bekerja sesuai sistem adat. Kami memberi tahu kepada beliau-beliau ini loh adatnya seperti ini,” terangnya saat ditemui Solopos.com di kantornya, Selasa (18/1/2022).


Lilik mengatakan dalam menentukan penerus atau pemimpin baru Pura Mangkunegaran Solo masih memegang paugeran adat istiadat Kerajaan Mataram. Berdasarkan adat tersebut, ada beberapa syarat bagi seseorang untuk menjadi penerus pemimpin.


Pertama, penerus harus lah keturunan MN IX. Keturunan yang dimaksud harus lah laki-laki. Urutannya paling atas yakni laki-laki putra Prameswari atau Permaisuri. Selanjutnya, kalau Permaisuri tak memiliki putra laki-laki, baru lah putra garwa ampil atau selir.


“Putra setelah jumeneng. Kalau sekarang kan enggak ada [garwa ampil]. Kalau zaman dulu pasti ada garwa ampil, itu nanti anak laki-lakinya tertua juga,” terangnya
Wasiat Mangkunagoro IV


Hal itu kemudian diperkuat dengan Serat Paliatma karya KGPAA Mangkunagoro IV. Dalam serat tersebut berisi wasiat tentang penerusnya sebagai pemimpin baru di Pura Mangkunegaran Solo.
Lilik menyebutkan isinya, yakni “Wahai anak-anakku, sewaktu aku masih jadi prajurit jangan punya mimpi jadi penerus MN V. Karena penerus Mangkunagara nanti adalah anak saya yang saat saya sudah Jumeneng.


“Tradisi ini harus kita luruskan kembali,” kata Lilik. Pura Mangkunegaran memang tak selalu dipimpin oleh anak mbarep atau putra pertama. Tahta Mangkunegara II dan III diteruskan oleh para cucu, sementara Mangkunagoro IV yakni KPH Gandakusuma adalah menantu sekaligus adik sepupu Mangkunagoro III.


Namun, Lilik menilai penentuan pemimpin baru Mangkunegaran Solo yang seperti itu adalah kasuistik. Sementara sekarang ini semua harus kembali pada adat istiadat yang ada. “Di Mangkunegaran pernah ada cucu diangkat, tapi itu kasuistik. Yang diangkat cucu karena bapaknya meninggal. Kenapa keempat [MN IV] menantu? Karena MN III tidak memiliki putra laki-laki.”


“Jangan melihat ke situ. Kami dari institusi Mangkunegaran yang mengerti soal adat, harus memberi tahu, itu tugas kami. Makanya saya berani bilang, ini sudah mengerucut, karena situasinya seperti itu. Berdasarkan filosofi sejarahnya,

(Team)
 

Bagikan

RadarposTV