Luhut Kembali Sarankan WFH untuk Perkantoran dan Membatasi Aktivitas Keluar

Senin, 17 Januari 2022 : 05:27


Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan
 

Rada Pos.Com.Jakarta – Pemerintah mengimbau masyarakat untuk mulai membatasi aktivitas keluar rumah dan berkumpul yang tidak perlu. Perkantoran bisa kembali menerapkan Work From Home/WFH untuk menekan laju penyebaran Covid-19.


 “Pemerintah siap, kalau masyarakat tidak siap, itu juga jadi masalah,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi atau Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan, Minggu (16/1/2022).
 Pemerintah Ucapkan Terima Kasih kepada Nakes PPKM Diperpanjang, Luhut Urusi Jawa-Bali dan Airlangga Tangani Luar Jawa 

“Ini saya ulangi, kalau tidak perlu kumpul-kumpul, tidak usah kumpul. Sama halnya dengan perkantoran, jika seandainya opsi work from home masih tetap mampu menjaga tingkat produktivitas, kita serahkan kepada pimpinan teratas untuk melakukan asesmen sendiri,” katanya.


 Melansir suara.com, Luhut mengimbau agar kegiatan perkantoran agar tidak perlu 100 persen WFO atau Working From Office. “Lihat situasinya, apakah 75 persen untuk dua minggu ke depan, itu bisa asesmen oleh kantor masing-masing. Khususnya kantor.


 Kalau industri saya kira tidak ada masalah,” ujarnya. Lebih lanjut, Luhut menuturkan bahwa Presiden Jokowi juga meminta agar seluruh masyarakat dapat membatasi diri untuk berpergian ke luar negeri. Larangan dinas ke luar negeri untuk pejabat pemerintah dalam tiga minggu ke depan.


 “Hanya kalau betul-betul perlu saja pergi ke luar negeri. Pejabat-pejabat pemerintah malah sudah dilarang untuk tidak melakukan perjalanan ke luar negeri untuk tiga minggu ke depan ini,” katanya. Luhut juga mengimbau kepada seluruh kementerian dan lembaga agar meminimalkan kegiatan rapat-rapat yang dilakukan secara offline atau luring dan sebisa mungkin melakukannya secara daring.


 Luhut kembali mengingatkan agar seluruh masyarakat agar terus taat dan mematuhi protokol kesehatan. Pasalnya, kelalaian dan kecerobohan sekecil apapun yang timbul nyatanya akan mengulang pengalaman kelam di masa lalu, yaitu melonjaknya kasus Covid-19 serta pengetatan aktivitas yang membatasi mobilitas.

(R-01)
 

Bagikan

RadarposTV