3 Warga Minta Dibuatkan warung Ditolak,Tuntut Pemdes Berjo Ngargoyoso Disomasi

Minggu, 16 Januari 2022 : 06:27




Dr.BRM.Kusumo Putro, SH.MH Kuasa Hukum warga

Radar Pos.Com.Karanganyar
—Sengketa warga dengan pemdes Pemerintah Desa (Pemdes) Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, disomasi warganya. Pasalnya, Pemdes Berjo tanpa izin menggunakan lahan warga sebagai jalan menuju obyek wisata Air Terjun Jumog. Sementara pihak Pemdes menilai warga penyomasi tidak memiliki hak atas tanah yang tersebut.


Somasi dilakukan  Dr BRM.. Kusuma Putra, SH.MH and Partners yang menjadi kuasa hukum tiga warga Berjo yang menyebutkan diri sebagai kerabat pemilik tanah. Surat somasi disampaikan Jumat (14/1/2022) dan diterima perangkat Desa Berjo di balai desa setempat.


Kusuma mengatakan sejak 2010, 14 warga pemilik tanah meminjamkan lahan mereka untuk dijadikan akses jalan  menuju air terjun Jumog. Selama itu pula mereka tidak meminta kompensasi kepada pemerintah desa. Mereka hanya pernah mendapatkan ganti rugi tanaman yang ada di lahan tersebut.
Namun begitu objek wisata tersebut ramai Pengunjun atau terkenal dan menghasilkan pendapatan yang fantastis bagi desa, Pemdes tidak mau memberikan sekadar izin pendirian warung di dalam lokasi wisata kepada tiga kerabat pemilik tanah tadi.


“Ada tiga warga yang menyerahkan kuasa hukum kepada kami, mereka kerabat pemilik tanah. Para pemilik tanah ini sudah meminjamkan lahan mereka sejak 2010 untuk akses ke air terjun. Tapi ketika saat ini air terjun sudah menjadi objek wisata banyak dikunjungi wisatawan, mereka minta dibikinkan warung saja tidak dikasih. Padahal, mereka juga tidak meminta kompensasi apa pun atas pemakaian lahan selama ini,” ujar Kusuma kepada wartawan di Ngargoyoso, Jumat.


3 warga Berjo yang lahanya di gunakan untuk jalan ke wisata air terjun Jumog

Ia menjelaskan isi somasi itu di antaranya menuntut pemdes untuk bersedia bermediasi mencari solusi atas persoalan tersebut. “Jika somasi kami tidak ditanggapi dalam tiga hari setelah kami kirimkan, akan kami kirimkan somasi kedua. Jika tidak ditanggapi juga, kami akan melakukan langkah hukum selanjutnya,” ujar Kusuma didampingi tiga kerabat pemilik tanah tersebut serta Ketua Masyarakat Peduli Berjo, Sularno.


Ditegaskan Kusumo selaku Kuasa Hukum kalau tidak ada titik temu antara klien kami sebagai Pemilik lahan dengan pemerintah Desa Berjo, maka kami siap bertemu di Pengadilan untuk membuktikan siapa yang benar dan salah dalam perkara ini terangnya.


Ditemui terpisah, kuasa hukum BUMDes Berjo yang mengelola objek wisata Air Terjun Jumog, Wibowo Winoto Kusumo, mengatakan 14 warga pemilik tanah sudah menyerahkan sebagian lahan mereka sebagai hibah untuk akses ke air terjun.


Sedangkan ketiga warga kerabat pemilik tanah dinilainya tidak memiliki hak untuk menuntut apa pun dari apa yang sudah dihibahkan.


“Yang memberikan kuasa itu tidak memiliki legalitas atau kewenangan terhadap apa yang diminta. Karena bukan sebagai pelaku hibah dan pemilik,” ujarnya didampingi tokoh masyarakat Berjo, Agung Sutrisno dan salah satu anggota BUMDes Berjo, Winarno.


Wibowo menjelaskan hibah adalah pemberian yang tidak ada timbal baliknya atau secara sukarela. “Jadi apa yang disampaikan di sana [tiga warga] sudah terbantahkan semua,” ujarnya.
Sementara itu, Agung Sutrisno kepada wartawan menunjukkan fotokopi berita acara hibah yang ditandatangani para pemilik asli tanah.


“Jadi mereka [tiga kerabat pemilik tanah yang mengajukan somasi] tidak tahu bahwa pemilik aslinya sudah menghibahkan sebagian lahan mereka untuk jalan. Ini buktinya ada semua.semakin gayeng pula mana yang benar .


(Team)

Bagikan

RadarposTV