Seluruh Pintu Masuk Wisata Bromo Tengger Semeru Sudah Dibuka baru 25 %

Rabu, 01 Desember 2021 : 05:21



 


Pengujung Gunung Bromo Jatim
Radar Pos.Com.Malang
– Mulai Selasa (30/11), seluruh pintu masuk kawasan wisata Gunung Bromo yang ada di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru telah dibuka untuk wisatawan. Namun dengan pembatasan pengunjung serta penerapan protokol kesehatan yang ketat. Sebelumnya, kawasan tersebut ditutup lantaran pandemi Covid-19.


“Objek daya tarik wisata alam Gunung Bromo dibuka dengan kapasitas maksimal 25 persen, mulai 30 November 2021,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar TNBTS Novita Kusuma Wardani, Selasa (30/11), sebagaimana dilansir dari laman suara.com.


 Sebelum pembukaan ini, akses untuk menuju Taman Nasional Bromo Tengger Semeru hanya dibuka pada satu pintu masuk, yakni Kabupaten Malang yang telah berstatus PPKM level 2. Saat ini, empat wilayah tersebut berstatus PPKM level 2 sesuai dengan Instruksi Mendagri Nomor 63/2021. Empat wilayah tersebut antara lain, Kabupaten Malang, Kabupaten Lumajang, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Probolinggo.


Dia menambahkan, meskipun saat ini wisata Bromo telah dibuka, dirinya meminta seluruh wisatawan untuk memperketat penerapan protokol kesehatan termasuk penggunaan aplikasi PeduliLindungi.
Menurutnya, ada lima titik yang bisa dikunjungi wisatawan dengan kapasitas 25 persen dari total daya tampung pada kawasan Bromo Tengger Semeru. Lima titik tersebut adalah Bukit Cinta dengan kapasitas 31 orang dan Bukit Kedaluh bagi 107 orang per hari.


Selain itu, pada titik Penanjakan, kuota wisatawan yang diperbolehkan sebanyak 222 orang per hari, Mentigen 55 orang per hari dan Savana Teletubbies sebanyak 319 orang per hari.


Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi, Pelaporan dan Kehumasan Balai Besar TNBTS, Sarif Hidayat menambahkan jika nantinya pemerintah pusat menerapkan level 3 PPKM pada akhir tahun, maka Taman Nasional Bromo Tengger Semeru akan menyesuaikan dengan aturan itu.


“Kami akan mengikuti hasil evaluasi dan instruksi dari pusat (Mendagri) terkait level PPKM tersebut,” ujarnya.

(R-01)

 

Bagikan

RadarposTV