OJK Mencatat Kredit Bermasalah Capai 11,23 Persen, Industri Pengolahan Penyumbang Terbesar

Senin, 13 Desember 2021 : 17:17



 


Kepala OJK Solo Eko Yunianto

Radar Pos.com.Solo
---- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo mencatat Kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) perbankan di Solo dan sekitarnya mencapai 11,23 persen. Kontribusi terbesar disumbang oleh industri pengolahan sebesar Rp 26,599 Triliun.


“Data itu tercatat per Oktober 2021, NPL berada di angka 11,23 persen bisa dikatakan  lumayan tinggi,” kata Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo, Eko Yunianto, Minggu (12/12).Eko mengatakan penyumbang terbesar kredit bermasalah ada pada industri pengolahan sebesar Rp 26,599 Triliun.
Diikuti sektor perdagangan besar dan eceran tercatat sebesar Rp 25,917 Triliun.


“Selanjutnya ada sektor rumah tangga yang mencapai Rp 11,99 Triliun. Dari sisi nominal NPL juga sampai Oktober 2021 mengalami peningkatan,” katanya.Eko menyebut NPL industri pengolahan mencapai 29,25 persen ini menjadi penyebab NPL perbankan di Solo dan sekitarnya masih tinggi di atas 10 persen. Berdasarkan komposisi, industri pengolahan juga masih mendominasi kredit perbankan di Solo dan sekitarnya. Sebesar 28,49 persen.


“Meskipun masih banyak yang bermasalah. Ternyata kredit industri pengolahan juga mengalami peningkatan. Tumbuh 5,06 persen sampai Oktober 2021,” tandasnya.

(R-01)

 

Bagikan

RadarposTV