Lomba Sekolah Adiwiyata Hadiahnya akan dinaikan Kata Bupati Sragen

Rabu, 01 Desember 2021 : 05:45



 

Bupati Sragen Saat memberikan Hadiah

Radar Pos.com.Sragen-
-- Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mempertanyakan minimnya minat sekolah di Sragen untuk mengikuti lomba adiwiyata. Dari 652 SD dan 92 SMP di Sragen, yang ikut lomba sekolah adiwiyata hanya 19 sekolah.


Pertanyaan itu dilontarkan Bupati saat berpidato di hadapan seratusan guru dan kepala sekolah seusai menyerahkan piala dan piagam penghargaan kepada sekolah adiwiyata terbaik tingkat kabupaten Selasa (30/11/2021).


“Kenapa dari 652 SD dan 92 SMP hanya 19 sekolah yang ikut adiwiyata? Apa hadiahnya kurang menarik atau banyak sekolah yang belum siap?” tanya Yuni, sapaan Bupati, kepada audiens di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) Sragen.


Yuni mendapat jawaban karena hadiahnya yang berupa uang pembinaan kurang menarik. Juara I hanya mendapat uang pembinaan Rp3 juta/sekolah, juara II Rp2,5 juta, dan juara III Rp2 juta. Sementara juara harapan hanya mendapat piala dan piagam penghargaan.


Mendengar jawaban itu, Yuni berjanji akan menambah nilai uang pembinaan pada 2022 mendatang. Yuni mengakui nilai hadiah itu menjadi daya tarik untuk ikut lomba dan beprestasi.
Sebagai informasi, Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah.


Saat Sragen mendapatkan juara umum Anugerah Indeks Daya Saing Daerah tingkat Provinsi Jawa Tengah, Yuni sempat mengusulkan kepada Gubernur Jateng supaya memberi hadaih berupa bantuan anggaran untuk membangun daerah. Demikian pula ketika Sragen mendapat juara III dalam Indonesia Investment Award yang diserahkan Presiden Joko Widodo. Kata Yuni, Sragen bisa mendapatkan dana insentif daerah (DID) sampai Rp1,9 miliar.


 “Saya berharap Sragen terus berprestasi. Saya mengapresiasi dari 40 sekolah ternyata ada 15 sekolah di antaranya yang mendapat predikat sekolah adiwiyata nasional dan mandiri. Dalam adiwiyata itu sebenarnya bukan sekadar mengejar indikator tetapi mengubah perilaku guru dan anak didik di lingkungan sekolah. Anak-anak itu cikal bakal penerus bangsa yang pola pikirnya bisa dibentuk supaya memiliki karakter peduli lingkungan hidup,” jelas Yuni.



Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen mencatat ada sembilan sekolah yang menyandang predikat sekolah adiwisata tingkat mandiri dan enam sekolah adiwiyata nasional pada 2021.Kemudian, lima sekolah dari 19 sekolah di Sragen terpilih menjadi sekolah adiwiyata terbaik tingkat Kabupaten Sragen pada 2021. Mereka terdiri atas juara I MTsN 4 Sragen, juara II SMPN 1 Plupuh, juara III SDN 1 Pilangsari, juara harapan I SMP Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen, dan juara harapan II diraih SMPN 1 Tangen.


Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sragen, Samsuri, menjelaskan pihaknya menggelar tiga lomba pada 2021. Yakni, lomba sekolah adiwiyata, lomba pengomposan, dan lomba inovasi lingkungan hidup. Lomba-lomba itu digelar untuk menumbuhkan kepedulian dan kecintaan generasi muda terhadap lingkungan hidup.


Selain itu, diharapkan kecintaan terhadap lingkungan hidup menjadi budaya di sekolah. Dia mengatakan untuk mewujudkan sekolah adiwiyata mulai dari tingkat kabupaten sampai tingkat mandiri membutuhkan dukungan semua pihak.


“Total ada 19 sekolah adiwiyata tingkat Kabupaten Sragen yang semua berkesempatan maju ke tingkat Provinsi Jawa Tengah pada 2022 mendatang. Pada 2021, kami mencatat ada tiga sekolah adiwiyata tingkat provinsi Jateng, yakni SDN 3 Sambirejo, SMPN 2 Masaran, dan SMPN 1 Gesi. Kemudian untuk tingkat nasional dan mandiri, kami mengusulkan 40 sekolah tetapi yang masuk kategori nasional dan mandiri hanya 15 sekolah

(Team)

 

Bagikan

RadarposTV