Penipuan Berkedok Investasi Hinga Miliaran

Selasa, 09 November 2021 : 05:18

 

Jumpa Pers di Polda Kaltim

Radar Pos.Com.Kalimantan--
– Seorang wanita muda berinisial DM (24) diamankan Dirkrimsus Polda Kalimantan Timur (Kaltim). Tersangka yang berpofesi sebagai guru ini telah melakukan penipuan berkedok investasi. Korbannya hingga ratusan orang dengan kerugian mencapai Rp 63 Miliar.


Dikutip dari laman suara.com, modus tersangka dengan cara menawarkan investasi dana yang bernama investasi bezzy yang dipublikasikan melalui media sosial instagram, Arisanbeezy dan beezydewi. Warga Samarinda RT 5 Kelurahan Teluk Bayur ini mengunggah foto-foto transfer dana pembayaran dan nomor yang bisa dihubungi.


 Orang yang berminat bisa menghubungi nomor tersebut dan dimasukkan ke dalam grup WhatApps (WA). Group WA ini elola oleh tersangka yang isinya menawarkan produk-produk investasi yang bisa diikuti dengan keuntungan senilai 25 persen sampai dengan 70 persen hanya dalam jangka waktu 15 sampai dengan 25 hari.


Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Pol Yusuf Sutejo mengatakan, jika ada orang yang berminat untuk mengikuti investasi tersebut, maka pembayarannya dilakukan secara transfer ke rekening bank milik DM.


“Dalam penjualan slot investasi tersangka DM memungut biaya admin sebesar Rp 50 ribu diluar jumlah dana yang diinvestasikan,” kata Kabid Humas.Selanjutnya banyak masyarakat yang mengikuti investasi tersebut, dengan jumlah nasabah mencapai sekitar 900 orang yang tergabung dalam 4 grup WA, tersebar di seluruh Indonesia. Tersangka DM menerapkan seolah-olah investasi beezy telah mempunyai legalitas yang sah dengan menunjukkan surat kerjasama pendampingan hukum dengan pengacara DFS.


“DM juga meyakinkan kepada seluruh investor dengan menjelaskan bahwa pengelolaan dana investasi beezy adalah dengan cara dipinjamkan lagi ke orang lain atau pihak ketiga yang merupakan pengusaha besar yang berdomisili di Berau, dengan bunga yang tinggi dan dalam prosesnya telah melalui survey atau uji kelayalan yang dilakukan oleh tersangka DM,” jelasnya.


Ia mengatakan, terhitung Mei 2021 investasi beezy tidak bisa lagi mengembalikan modal beserta janji keuntungan investasi kepada nasabahnya, yang mengikuti investasi sehingga para nasabah tersebut merasa ditipu oleh investasi beezy. Kemudian, membuat laporan ke polisi dan ada juga yang datang langsung ke Polda Kaltim.


“Investasi beezy yang dikelola oleh tersangka DM ilegal dan tidak berizin serta tidak ada pengelolaan dana investasi seperti yang dijanjikan, yang ada dana tersebut hanya diputar-putar untuk pembayaran bunga kepada konsumen investasi itu sendiri,” katanya.


“Dengan total kerugian korban yang masuk dalam rekening tersebut sebesar Rp 63 Miliar,” tambahnya.
Tersangka DM dikenai pasal pencucian uang dengan tindak pidana pokok penipuan berupa investasi online ilegal yang bernama investasi beezy yang dijalankan menggunalan media elektronik dan media sosial instagram dan WA,

 Sehingga mengakibatkan kerugian konsumen dalam transaksi elektronik, sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 UU RI Nomor 8 tahun 2020 tentang pencegahan dan pemberantasan TPPU, JO Pasal 45A UI RI No 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang ITE JO pasal 378 KUHP.“Ancaman hukumannya antara 4 sampai dengan 15 tahun penjara,” tandasnya

(Team)
 

Bagikan

RadarposTV