Karena Peningkatan Mualaf, MUI Grobogan Dirikan Rumah Mualaf

Rabu, 17 November 2021 : 05:37



Peresmian Rumah Mualaf

Radar Pos.com.Grobogan
– Meningkatnya jumlah mualaf menjadi perhatian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Grobogan, untuk memfasilitasi mereka MUI pun mendirikan rumah mualaf. Ini sebagai ruang mendapatkan pelayanan dan pendampingan sosial, keagaaman hingga perekonomian.


“Jumlah mualaf di Kabupaten Grobogan meningkat setiap tahunnya. Bahkan angkanya sudah ratusan dan dari berbagai latar belakang,” jelas Sekretaris MUI Grobogan Nur Kholis kepada wartawan seusai Pengukuhan Pengurus Rumah Mualaf MUI Grobogan periode 2021-2026 yang dilangsungkan di gedung Riptaloka, Setda Grobogan, Selasa (16/11/2021).


Menurut Nur Kholis, selama ini belum ada wadah untuk menampung para mualaf di Kabupaten Grobogan. Hal ini menjadi dasar didirikannya rumah mualaf yang berfungsi untuk menjalin komunikasi bagi para mualaf.


Pengukuhan Pengurus Rumah Mualaf Grobogan dilakukan Wakil Ketua Rumah Mualaf Jateng KH Baedowi. Acara pelantikan dihadiri Sekretaris Umum MUI Jateng KH Muhyiddin, Ketua MUI Grobogan KH Yasin. Serta Kepala Bakesbangpol Daru Wisakti, perwakilan forkopimda dan sejumlah pejabat terkait.


Ditambahkan Nur Kholis, seorang mualaf memerlukan pendampingan secara berkelanjutan. Selama pendampingan mereka akan mendapat bimbingan tentang ibadah, belajar membaca ayat suci hingga kajian keagamaan.


“Secara sosiologis, seorang mualaf juga bisa mengalami efek sosial dan ekonomi akibat berpindah agama. Oleh sebab itu, program ini tentu dibutuhkan. Jadi, ketika mereka mengalami kesulitan, melalui rumah mualaf semaksimal mungkin untuk dibantu,” katanya.


Sedangkan menurut Sekretaris Umum MUI Jateng KH Muhyiddin, mualaf merupakan bagian dari umat yang menjadi sasaran pembinaan MUI. Namun karena keterbatasan fasilitas dan anggaran, maka dalam pembinaan mualaf MUI nantinya birsinergi dengan Baznas.


Para pengurus rumah mualaf harus tahu betul latar belakang dan masalah mualaf selama melakukan pembinaan. Sehingga bisa memberikan penanganan dengan tepat. Termasuk juga pendampingan ekonomi karena tidak menutup kemungkinan ada mualaf yang mengalaminya.


“Pembinaan dengan penuh cinta kasih. Perlu diperhatikan juga bagaimana menjaga para mualaf tidak terjerumus ke dalam kelompok garis keras,” imbuhnya.

(Team)

 

Bagikan

RadarposTV