Sosialisasi Cara Penanganan Ikan Yang Baik Oleh Pelabuhan Perikanan Bulu

Sabtu, 16 Oktober 2021 : 20:08


Tata Cara Penanganan Ikan yang Baik di Bulu Tuban Jatim

Radar Pos.Com.Surabaya
---Merujuk Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 7/PERMEN-KP/2019 terkait Persyaratan Dan Tata Cara Penerbitan Sertifikat Cara Penanganan Ikan Yang Baik dan untuk meningkatkan mutu hasil tangkapan ikan hingga proses distribusi, pada tanggal 22 September 2021 UPT Pelabuhan Perikanan Pantai Bulu mengadakan kegiatan sosialisasi Cara Penanganan Ikan yang Baik (CPIB) yang bekerja sama dengan Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong sebagai penyaji materi.


Menurut narasumber kegiatan yang dihadiri sebanyak 50 orang yang terdiri dari44 Nelayan dan 6 Ibu-Ibu Bakul Ikan sebagai edukasi bagaimana cara menangani ikan yang baik, termasuk didalamnya semua kegiatan yang dilakukan terhadap ikan sejak ditangkap, di atas kapal, di darat dan pada saat distribusi hingga sampai ke tangan konsumen atau siap untuk diolah. Tujuannya yaitu mempertahankan kesegaran ikan selama mungkin, agar tidak rusak dan tetap bernilai gizi tinggi.




Petugas Memberikan materi dihadapan para warga

Dalam acara tersebut dihadiri Kalabuh PPP Bulu Bapak Kartono Umar, S.Pi, M.AP, Ibu Triana Indah Yuniawati, S.Pi Slaku P3T Ahli Pertama PPPBrondong serta melalui daring Bapak Ibrahim, A.Pi, M.Si perwakilan DJTP


“Proses penanganan ikan yang baik ini sangat perlu dan wajib karena mutu ikan menjadi poin penting dalam proses ekspor maupun bahan untuk produksi perusahaan, sehingga kegiatan untuk diikuti secara seksama” , kata Kalabuh PPP Bulu Bapak Kartono Umar, S.Pi, M.AP dalam pembukaan acara sosialisasi.


Dalam acara yang sama melalui daring Bapak Ibrahim, A.Pi, M.Si mewakili DJPT menyampaikan “Kegiatan ini sangat penting, karena nelayan mengetahui cara penanganan ikan yang baik dalam menunjang mutu ikan baik distribusi lokal maupun ekspor, selain itu dalam persyaratan di Pusat kewajiban seorang nahkoda atau salah satu kru kapal memiliki Sertifikat SKPI, kewajiban pengisian e-Logbook dan nanti peserta akan mendapatkan sertifikat”.


Sesi berikut pemaparan penyaji terkait Prinsip ABCD dalam penanganan ikan oleh Ibu Triana Indah Yuniawati, S.Pi Selaku P3T Ahli Pertama PPP Brondong. Prinsip ABCD yaitu Ati-Ati (Hati-Hati), Bersih (Sanitasi), Cepat dan Dingin sebagaimana berikut :


ATI-ATI (HATI-HATI) dimana dalam penanganan perlu diminimalisir terkait kerusakan ikan agar tidak cepat busuk, memilah/memisahkan sesuai kondisi, cara sederhana memperlambat laju dengan proses pemberian es atau pendinginan lainnya.


BERSIH (SANITASI) merupakan cara pencegahan kontaminasi, bekerja bersih, memilah ukuran ikan yang cacat fisik.


CEPAT yaitu jangan menunda penanganan, alirkan bahan dengan lancar.


DINGIN yaitu terapkan sistem rantai dingin dengan cepat, penerapan teknik pendinginan (<~0°C) secara terus menerus dan tidak terputus sejak penangkapan, pemanenan, penanganan, pengolahan, dan distribusi.


Masyarakat nelayan mengikuti dengan seksama dan memperhatikan protokol kesehatan. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada kru kapal dalam melakukan penanganan ikan di kapal.

(*)
 

Bagikan

RadarposTV