Pedagang Pasar Legi Solo Tempati Gedung Baru Mulai Akhir Tahun 2021

Sabtu, 02 Oktober 2021 : 07:26



    
 

Pasar Legi Solo

Radar Pos.com.Solo-
--Dinas Perdagangan atau Disdag Kota Solo menegaskan para pedagang Pasar Legi baru bisa menempati gedung baru mulai akhir 2021.


Pelaksana proyek pembangunan Pasar Legi Solo memang ditargetkan merampungkan pekerjaan konstruksi pada akhir Oktober ini. Namun, pedagang belum bisa langsung masuk pasar pada bulan yang sama lantaran harus melalui proses penempatan.


Disdag Kota Solo membutuhkan waktu hingga sebulan untuk penataan seusai konstruksi pasar selesai. Project Manager pembangunan Pasar Legi, Dorri Andri, mengatakan hingga pekan ini progres pembangunan pasar yang terbakar 2018 lalu itu mencapai 88%.


80% pembangunanya telah tercapai pasar legi

Saat ini, pelaksana tengah merampungkan lansekap, di antaranya pemasangan paving dan kanstin. Lansekap di depan bangunan gedung bakal digunakan untuk bongkar muat dan lantai atas dimanfaatkan untuk kantong parkir.


“Secara fungsi sudah bisa digunakan pada akhir bulan ini dan sudah bisa serah terima bangunan namun Disdag meminta waktu sekitar sebulan guna memasukkan beberapa peralatan untuk pedagang,” katanya saat dihubungi  Jumat (1/10/2021).


Bangunan Pasar Legi Solo akan terdiri dari Blok A, B, C, dan D. Ikon khusus di Pasar Legi yang membedakan dengan pasar lainnya adalah fasadnya yang mirip tempat perbelanjaan modern.
Terdapat menara-menara di Blok A dan B, kemudian berkonsep green building atau bangunan hijau yang diharapkan mampu meminimalkan penggunaan daya listrik dan lainnya sehingga lebih ramah lingkungan.


Pemetaan Kios dan Los
Pelaksana juga memasang instalasi hidran dan water sprinkle guna antisipasi kebakaran. Kepala Disdag Solo, Heru Sunardi, membenarkan hal tersebut. Disdag meminta waktu satu bulan untuk penataan sebelum pedagang masuk gedung baru Pasar Legi Solo.


“Pokoknya tahun ini pedagang masuk pasar. Jadi, pedagang enggak langsung masuk gedung saat konstruksi bangunan selesai. Kami harus menyiapkan sejumlah hal, di antaranya pemetaan kios dan los, serta penerbitan surat hak penempatan [SHP] kios pasar tradisional. Setelah itu, masih dilanjutkan pembagian kunci,” beber Heru.


Pembagian kunci untuk 3.000-an pedagang tak bisa diselesaikan dalam waktu singkat, sehingga Disdag ingin seluruh teknis itu rampung sebelum pasar resmi dibuka.


Pemkot Solo optimistis pedagang bisa masuk pasar paling lambat Desember, apabila konstruksi selesai pada Oktober. Ia mengakui sampai saat ini belum mengumpulkan pedagang, namun komunikasi terus dilakukan melalui paguyuban.


Sebelumnya, pedagang Pasar Legi Solo mengungkapkan belum ada informasi mengenai penempatan mereka di bangunan baru pasar itu. Padahal proses pembangunan segera selesai


(Team)
 

Bagikan

RadarposTV