Menko PMK Muhadjir Effendi Sebut Karanganyar akan Berdiri Universitas

Kamis, 28 Oktober 2021 : 12:34


   
 

Bupati Karanganyar bersama Muhadjir Effendi

Radar Pos.com.Karanganyar-
--Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy, mengunjungi sejumlah wilayah Soloraya, termasuk Karanganyar, Kamis (27/10/2021).


Di Karanganyar, Muhadjir bertemu dengan Bupati Juliyatmono dan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Rumah Dinas Bupati.


Dalam kesempatan itu, Muhadjir meminta laporan tentang perkembangan rencana pendirian universitas yang akan dibangun di Bumi Intanpari tersebut. Universitas tersebut milik persyarikatan Muhammadiyah. Sementara ini namanya Universitas Muhammadiyah Jawa Tengah.


“Waktu saya ke sini sebelumnya, Bupati kan meminta kepada kami agar diupayakan pendirian universitas. Sekarang kan sudah ada rencana itu, kami ingin tahu apa saja yang masih kurang baik dari sisi administrasi maupun infrastruktur untuk membangun universitas yang representatif di Karanganyar,” ujar Muhadjir yang pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, seusai pertemuan.


Muhadjir menilai Karanganyar merupakan tempat yang cocok untuk pengembangan pendidikan di antara wilayah aglomerasi lainnya di Soloraya. “Karanganyar sebagai bagian dari aglomerasi Soloraya, di mana untuk pusat pendidikan sudah tak memadai lagi kalau hanya di Kota Solo. Oleh sebab itu daerah yang paling ideal di daerah aglomerasi ya karanganyar,” tegasnya.


Saat ini bahkan sudah ada sejumlah sekolah unggulan bertaraf internasional di Karanganyar yang didirikan yayasan besar di yang berpusat Jakarta.


Untuk diketahui, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Mas Said Surakarta juga tengah memproses pengembangan kampus ke wilayah Karanganyar.


Sementara itu, selain membahas pendidikan, Muhadjir juga membahas berbagai permasalahan yang berkaitan dengan bidangnya, antara lain masalah kesehatan dan kebudayaan.


“Saya silaturahmi dan berkoordinasi sesuai tugas saya sebagai Menko PMK. Tugas saya koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian lapangan untuk program-program pembangunan manusia dan kebudayaan. Misalnya penangan Covid, 19, stunting [tengkes], penyakit menular seperti tuberkulosis dan HIV, kemiskinan dan lainnya. Alhamdulillah kata Bupati angka kemiskinan sangat rendah dan kemiskinan ekstrem tidak ada, permukiman kumuh tidak ada.

(R-01)
 

Bagikan

RadarposTV