Atas Kerja sama yang baik antara Pemerintah dan Masyarakat , Wonogiri Menuju Zona Hijau

Jumat, 08 Oktober 2021 : 19:12


    
 

Bupati Wonogiri

Radar Pos.Com.Wonogiri
----Kasus Covid-19 di Kabupaten Wonogiri turun drastis dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini dibuktikan dengan penambahan kasus konfirmasi positif Covid-19 di bawah lima orang per hari. Selain itu, kabar ini dibarengi dengan capaian vaksinasi Covid-19 yang telah menembus 72,78% dari target.


Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, mengatakan rapor apik soal turunnya kasus Covid-19 di Wonogiri ini merupakan hasil sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah hingga kesadaran masyarakat.


“Tentunya, kami akan memperkuat sebagai tim untuk saling mengingatkan, saling kontribusi agar supaya masyarakat memiliki kesadaran yang lebih serta lingkungan punya sentivitas dan kepekaan. Ini harus digaungkan terus agar tidak ada ketelodoran [protokol kesehatan],” ujar dia, kepada wartawan, Kamis (7/10/2021).


Bupati mengingatkan masyarakat jangan abai terhadap pelaksanaan prokes meski kasus Covid-19 telah turun drastis. Selain itu, Wonogiri kini masuk sebagai daerah dengan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dari level 3 menjadi level 2.


Artinya, ada sejumlah pelonggaran aturan di masyarakat, seperti segera dibukanya objek wisata hingga pelaksanaan akad nikah di rumah.Dalam hal ini, Pemkab terus mendorong berbagai pihak agar Wonogiri segera masuk daerah hijau atau PPKM level 1. Maka dari itu, pihaknya memiliki sejumlah strategi untuk terus menekan angka Covid-19.


Caranya, meningkatkan edukasi ke masyarakat, melaksanakan fungsi monitoring, evaluasi rutin dengan para kepala desa. “Hal ini lantaran teritori yang paling vital di level desa dan kelurahan adalah kepala desa,” imbuh dia.


Merujuk pada situs resmi wonogirikab.go.id/informasi-corona, kasus tambahan terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 2 kasus per Rabu (6/10/2021). Dengan demikian, kasus aktif terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 26 kasus, dan total kumulatif sejak pandemi sebanyak 12.014 kasus.
Dari 26 kasus aktif positif Covid-19, perinciannya 11 orang dirawat di rumah sakit dan 15 orang menjalani isolasi mandiri.


Di sisi lain, ketersediaan tempat tidur rumah sakit rujukan Covid-19 di Wonogiri, untuk isolasi hanya terpakai 3,31% atau hanya 10 tempat tidur dari total 362. Sedangkan untuk tempat tidur di ICU hanya terpakai 1 dari total 46 tempat tidur.


Di samping itu, capaian vaksinasi Covid-19 juga melejit dengan persentase 72,78% atau sebanyak 622.744 orang dari target total sasaran vaksin 855.663 orang. Dengan perincian, 6.403 orang (172,10%) dari tenaga kesehatan, 90.281 orang (53,58%) untuk lansia, 127.129 orang (205,35%) petugas pelayanan publik, 389.215 orang (72,8%) masyarakat rentan dan umum, dan 9.736 orang (11,12%) untuk remaja.


“Soal vaksinasi lansia yang masih sedikit karena mereka banyak yang memiliki komorbid sehingga tidak lolos skrining lalu belum bisa vaksin. Kalau terkait datanya, vaksinatornya, stok vaksin, dan aplikasi Primary Care [PCare] tidak masalah. Terkait kondisi geografi Wonogiri, kami melakukan upaya pendekatan ke desa/kelurahan. Kami dengan TNI mendekat ke masyarakat untuk vaksin,” ungkap dia.


 Sementara itu, Koordinator Fungsi Statistik Neraca Wilayah dan Analisis Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri, Kurniawan, menjelaskan pada Survei Perilaku Masyarakat pada Masa Pandemi Covid-19 di Wonogiri yang dilakukan secara daring (online) pada periode 13- 20 Juli 2021 lalu, hasilnya kepatuhan responden terhadap protokol kesehatan secara umum sudah cukup baik di wilayah Wonogiri. Survei ini diikuti sebanyak 578 orang.


 “Tingkat kepatuhan di Wonogiri secara umum lebih baik dari kepatuhan tingkat nasional. Pemakaian masker 2 lapis menjadi yang terendah tingkat kepatuhan responden dibandingkan dengan protokol kesehatan yang lainnya [54,84%],” jelas dia.


Selain itu, kesadaran responden dalam mengikuti program vaksinasi sudah cukup baik, sebagian besar didorong oleh kesadaran pribadi akan pentingnya vaksinasi (61,5%). Namun demikian, masih terdapat sebagian orang yang khawatir dengan efek samping dan tidak percaya efektivitas vaksin (9% dari responden yang belum divaksin).
 

(Team)

Bagikan

RadarposTV