Pengamat Politik Sebut Ganjar Pranowo Adopsi Cara Jokowi Ketika Jadi Capres 2014

Kamis, 26 Agustus 2021 : 07:05


 
    
 

Ganjar Panowo

Radar Pos.Com.Solo
-— Pengamat politik UNS Solo, Agus Riewanto, melihat ada fenomena yang sama ketika momentum naiknya Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden pada 2014 dengan fenomena yang berkembang beberapa bulan terakhir.


Fenomena tersebut ihwal penggunaan komunitas sukarelawan sebagai cara mendongkrak popularitas seseorang. Seperti diketahui beberapa hari terakhir marak deklarasi komunitas Sahabat Ganjar di sejumlah daerah di Tanah Air.


“Dulu saat Pak Jokowi menjadi Gubernur dan Presiden juga menggunakan mekanisme relawan. Kekuatan relawan itu cukup dahsyat dalam membantu Pak Jokowi untuk memopulerkan dia,” terang Agus, Rabu (25/8/2021) 

.
Dari sekian banyak figur yang berpotensi menjadi capres-cawapres 2024, Agus menilai Ganjar Pranowo sebagai sosok yang dukungan sukarelawannya paling kuat. Hal itu memantik tanda tanya apakah kondisi itu sengaja didesain oleh Ganjar.


Tujuan akhirnya, Agus melanjutkan yakni agar DPP PDIP memilih Ganjar sebagai capres pada Pemilu 2024. “Apakah ini bagian dari desain Ganjar untuk memopulerkan diri, agar dirinya memperoleh perhatian dari PDIP?” tanya Agus.


Pandangan Agus merujuk situasi dan kondisi menjelang Pemilu 2014. Ketika itu menurutnya ada semacam keterpaksaan PDIP memilih Jokowi sebagai capres karena yang paling populer dibandingkan figur lainnya.


Momentum dan Dinamika
“Sehingga dalam tanda kutip PDIP harus mengambil Jokowi sebagai capres. Nah, fenomena ini akan diulang di era Pak Ganjar tampaknya. Namun apakah cara yang sama akan berhasil atau tidak, saya belum bisa memprediksi,” katanya.


Menurut Agus, di dunia politik tidak ada hukum besi atau pakem yang bisa dijadikan pedoman dalam memperoleh popularitas capres. Artinya metode yang berhasil diterapkan figur tertentu, belum tentu berhasil ketika dipakai figur lainnya.


Keberhasilan sebuah pergerakan politik dipengaruhi momentum dan dinamikanya. “Belum tentu cara-cara pada masa Pak Jokowi akan manjur, atau kemanjurannya sama ketika digunakan oleh calon lain,” urainya.


Agus menyatakan akan selalu ada ujian terhadap cara atau metode penggalangan dukungan yang diterapkan setiap calon. Keberhasilan seorang calon bergantung sejauh mana mampu melewati ujian dan menyesuaikan strateginya.

(R-01)
 

Bagikan

RadarposTV