Wayang Werkudoro dan Janoko Antar Dalang Ki Manteb Soedarsono ke Makam

Sabtu, 03 Juli 2021 : 17:50



 


Ki Manteb Soedarsono Dalang Oye

Radar Pos.Com.Karanganyar
— Suasana pilu Sanggar Bima di Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar terasa saat jenazah Ki Manteb Soedarsono meninggalkannya, Jumat (2/7) siang. Peti matinya diangkut petugas berpakaian hazmat. Di belakangnya, dua petugas membawa wayang kulit karakter Werkudoro dan Janoko.


Kepergiannya diiringi Gending Ayak Mijil Layu-Layu mengalun lembut di pendopo. Suara tangis menyayat hati dari anak, menantu dan cucu mengantarkan Ki Manteb Soedarsono, sang maestro dalang itu, ke peristirahatan terakhirnya.


 Usai menghembuskan nafas terakhir sekira pukul 09.45 WIB, proses pemulasara disegerakan. Tepat setelah Salat Jumat, jenazah Ki Manteb diturunkan dari lantai dua kamarnya. Jenazah berbungkus kain putih itu dimasukkan ke peti mati berbalut plastik.


Saat  mengatar Jenasah Ki Manteb di Doplang Karangpandan

“Seingat saya, dulu Bapak (Ki Manteb) dikasih wayang Werkudara (Bima) oleh teman dalang. Beliau mendalang untuk acara khitanan. Tapi pulangnya enggak dikasih apa-apa, hanya sebilah wayang kulit karakter Werkudoro. Itu pun belum disungging. Sampai sekarang setiap kali pentas, wayang itu dipakai.

 Dalam kondisi apapun. Baik itu pentas di kampung maupun pentas ruwatan. Bahkan lakon Bharatayuda yang dimainkannya, pasti pakai wayang Werkudara itu. Beliau bilang kurang puas jika tidak memakainya. Wayang itu juga dipakai saat pentas 24 jam di Semarang,” kata salah satu putra almarhum, Medhot Samiyana kepada wartawan di rumah duka.


Bilah wayang berwarna hitam kelam itu dibawa sampai ke makam. Ki Manteb Soedarsono dimakamkan di Dusun Suwono Rt 01/Rw VIII Desa Doplang pada Jumat (2/7) pukul 13.30 WIB. Ki Manteb diakui sebagai dalang internasional namun memilih tinggal di desa. Ia memiliki Sanggar Bima yang selalu didatangi siswa karawitan maupun tamu kesenian.

(Team)


Bagikan

RadarposTV