Seniman Klaten Minta Presiden Jokowi Longgarkan Kegiatan Seni dan Budaya

Jumat, 04 Juni 2021 : 06:23



 

Pelaku Seni di Klaten Jawa Tengah

Radar Pos.Com.Klaten
–- Seniman di Kabupaten Klaten meminta Presiden RI Joko Widodo mengeluarkan kebijakan kelonggaran kegiatan seni dan budaya. Seniman berjanji akan menerapkan protokol kesehatan.

Marsudi alias Kombang seniman asal Tlogowatu, Kemalang, Klaten dalam jumpa pers di Kantor Humas Setda Klaten, Kamis (3/6/2021), mengatakan, pandemi Covid-19 yang melanda selama lebih dari satu tahun ini menyebabkan banyak sektor usaha terkena dampak. Termasuk para pekerja seni.
 

“Mohon maaf, selama pandemi ini pemerintah hanya melarang dan membatasi kegiatan namun tidak memberikan solusi. Misalnya, kamu jangan bekerja ini, tapi bekerjalah yang lain dengan cara ini, harus begini, itu baru ada jalan keluarnya. Tapi selama ini teman-teman seniman belum mendapatkan solusi dari pemerintah,” ujarnya.


Dijelaskan, pihaknya bersama Seniman Nusantara sebenarnya telah berupaya mencari jalan keluar agar pekerja seni bisa kembali berkarya. Salah satu langkah yang sudah ditempuh adalah audensi dengan Mabes Polri di Jakarta.


“Dua kali di Mabes Polri. Alhamdulillah mendapatkan hasil STR 192, karena memang itu juga kebijakan dari Polri mengacu instruksi Mendagri,” ujarnya.


Kombang menjelaskan, STR 192 menyebutkan bahwa kegiatan seni dan budaya sudah diperbolehkan dengan kapasitas penonton 25 persen. Disana tidak disebutkan virtual. Hanya saja untuk kewenangan saat ini berada di Gugus Tugas Covid-19.


“Memang Gugus Tugas itu luar biasa dalam melindungi rakyatnya agar tidak tertular Covid-19. Demi kesehatan rakyatnya. Tapi jangan lupa selain kesehatan kita harus diberi solusi atau jalan keluar untuk memikirkan ekonomi. Sehat itu tidak cukup karena harus makan. Jika tidak ada jalan keluar mencari nafkah nanti akan timbul penyakit baru yakni judeg alias pusing,” ujarnya.


Untuk itu, lanjut Kombang, pihaknya memohon kepada Presiden Jokowi untuk memberikan kebijakan kepada semua pekerja seni agar diberi kelonggaran untuk bekerja dan berkarya kembali. Para seniman siap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah.


“Mohon solusinya seperti apa, misalnya kami masih dibatasi, harus seperti apa mohon diberi aturan dan kebijakan yang jelas untuk panutan agar kami tidak terbentur aturan di daerah. Kasian para seniman. Seperti halnya para dalang wayang kulit yang saat ini kondisinya semakin memprihatinkan,” ujarnya.
Sementara itu, Dalang wayang kulit asal Ngawen, Klaten, Ki Kusni Kesdik Kesdo Lamono, mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 membuat dunia pedalangan tak berkutik. Untuk bertahan hidup harus menjual barang-barang seperti kendaraan.


“Saya sudah jualan mobil pribadi dan truk pengangkut peralatan wayang. Untuk menyambung hidup karena tidak ada job pentas wayang lagi,” ujarnya.Kondisi serupa juga dialami Dalang asal Ceper, Klaten, Ki Tantut Susanto. Untuk kebutuhan hidup sehari-hari ia telah menjual mobil pribadi dan satu setengah set wayang kulit.


“Saya sudah mencoba bertani dan berdagang tapi gagal semua. Ini ada rencana saya malah mau menjual sound system untuk hidup. Karena mencoba usaha yang lain sudah tidak ada modal,” ujarnya.
Sedangkan Dalang asal Kebonarum, Klaten, Ki Gatot Purwopandoyo, mengaku telah menjual mobil pribadi dan tanah warisannya untuk membiayai hidup keluarganya. Ia berharap pemerintah segera memberikan solusi terbaik agar roda perekonomian seniman kembali berjalan.


“Mohon pemerintah memikirkan nasib seniman agar bisa kembali berkarya dan mencari rezeki. Sebab khususnya untuk wayang tidak hanya dalang saja, di sana ada kru musik, pengrawit, dan lainnya,” ujarnya.


Baik Ki Kusni, Ki Tantut, dan Ki Gatot, sebenarnya sudah mencoba untuk melaksanakan pertunjukan wayang kulit secara virtual sesuai anjuran dari pemerintah. Hanya saja tidak seperti yang diharapkan. Sebab, masyarakat lebih memilih menonton pertunjukan wayang kulit secara langsung.

(Team)

 

Bagikan

RadarposTV