Pelabuhan Perikanan Mayangan Kedatangan Menteri Kelautan dan Perikanan

Selasa, 15 Juni 2021 : 11:03



Saat dilakukan Kunjungan ke Pelabuhan Pantai Mayangan Propinsi Jawa Timur

Radar Pos.Com.Surabaya-
--Pelabuhan Perikanan Pantai Mayangan merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis di bawah Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. Pelabuhan Mayangan merupakan pelabuhan dengan lahan terluas dan terbesar di Jawa Timur. Setiap harinya, pelabuhan tersebut menjadi tempat pendaratan ikan dari 809 armada kapal nelayan.

 Armada kapal didominasi oleh kapal di bawah 30 GT. Di tahun 2020, produksi pelabuhan Mayangan mencapai 12.365 ton ikan yang dihasilkan dari tangkapan di Laut Arafura. Ikan kakap merah dari Probolinggo merupakan salah satu produk andalan ekspor perikanan Indonesia.


Melalui Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan (MKP) Sakti Wahyu Trenggono, ia sepakat akan melakukan pengembangan terhadap Pelabuhan Perikanan Pantai(PPP) Mayangan Probolinggo tersebut, melihat potensi dan sebagai salah satu upaya mendukung Probolinggo menjadi sentra ekonomi perikanan Jawa Timur di masa depan. 


“Rencananya, pelabuhan ini akan dilengkapi sarana dan prasarana agar menjadi pusat industri perikanan yang modern. Anggarannya ada di provinsi, tapi nanti kami akan membantu mengembangkan pelabuhan ini,” ujar Trenggono saat peninjauan lapang.


MKP juga berharap PPP Mayangan menjadi model pertumbuhan ekonomi dari perikanan laut untuk kemajuan ekonomi wilayah. Untuk mempercepat pengembangan, Trenggono mengatakan bahwa kerjasama antara pemerintah pusat dan daerah perlu diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, Probolinggo dapat menjadi sentra ekonomi perikanan di Jawa TImur.


Ir. Moh. Gunawan Saleh, MM selaku Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur menyambut baik arahan MKP tersebut, beliu juga memaparkan bahwa PPP Mayangan telah mengalami fase pengembangan sebanyak 3 kali. Pengembangan tersebut diantaranya melengkapi fasilitas utama pelabuhan, fungsional maupun penunjang. Dan rencana kedepan juga akan dikembangkan pasar ikan modern.


“Perputaran ekonomi di Mayangan selama pandemi cukup baik, hanya saja terdapat penurunan retribusi dari pas masuk dan sewa guest house, dikarenakan pembatan masuk area pelabuhan non-perikanan selama pandemic yang dalam arti ini kegiatan wisata dilarang dan guest house sebagai tempat isolasi penyintas covid-19. Untuk kegiatan perikanan di Mayangan sendiri tetap berjalan dan menjadi andalan ekspor produk perikanan di Jawa Timur”, ujar Gunawan saat pendampingan kunjungan MKP.


 Selain peninjauan, Menteri Trenggono melakukan penyerahan secara simbolis bantuan pinjaman modal dari Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) sebesar Rp 515 juta kepada enam debitur. Ia berharap nelayan dan pengusaha perikanan dapat terus produktif.

(Ris)
 

Bagikan

RadarposTV