Harilah Pancasila, Walikota Mojokerto Ning Ita Ajak Teladani Semangat Soekarno

Kamis, 03 Juni 2021 : 06:33


Saat Peringatan 1 Juni Kelahiran Pancasila sakti  

Radar Pos.Com.Mojokerto
--- Pemkot Mojokerto menghadirkan nuansa berbeda dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2021. Diketahui, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dan Wakil Wali Kota Achmad Rizal Zakaria kompak mengenakan pakaian adat Nusantara saat mengikuti upacara secara virtual di Ruang Nusantara Kantor Wali Kota Mojokerto. Ika yang akrab disapa Ning Ita ini menyampaikan ada semangat Bhinneka Tunggal Ika yang terkandung dalam peringatan Hari Lahir Pancasila.


"Karena semangat kebhinekaan inilah yang kita usung maka kita coba implementasikan dalam wujud pakaian adat sehingga kita juga mengenal siapa saudara-saudara kita yang lain," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (1/6/2021).


Ia pun menjelaskan mayoritas pendudukan di Kota Mojokerto adalah suku Jawa. Meski demikian, faktanya banyak suku lainnya yang juga tinggal di Kota Mojokerto.


"Mereka semua adalah saudara-saudara kita yang juga menjadi kekuatan atas besarnya bangsa ini dan bisa terus kita gandeng, kita ajak untuk bersama-sama membangun Kota Mojokerto," ungkapnya.
"Meskipun mereka bukan orang Jawa, meskipun mereka bukan asli orang Kota Mojokerto tapi mereka adalah bagian dari Kota Mojokerto, bagian dari Bangsa Indonesia yang juga punya hak dan kewajiban yang sama dengan kita yang bisa menjadi satu kekuatan kalau itu kita maknai dari sisi positif untuk membangun kota kita tercinta," imbuh Ning Ita.


Selain itu, Ning Ita menyampaikan berbicara tentang Pancasila tentu tak lepas dari sosok Soekarno. Ia mengatakan Soekarno kecil sempat mengenyam Pendidikan di Europeesch Lagere School (ELS) yang berada di Kota Mojokerto.


"Pola-pola pikir beliau yang visioner, jiwa-jiwa kepahlawanan dan nasionalisme dari beliau inilah kita jadikan ini sebagai satu motivator dan penyemangat bagi kita masyarakat Kota Mojokerto," jelasnya.
Ia menambahkan di ELS, Soekarno atau yang dikenal sebagai Kusno saat kecil menjadi kelompok minoritas. Akan tetapi hal tersebut tak membuatnya minder dari yang berada dan tetap menegakkan kepalanya sehingga ia mampu mendapatkan ijazah dan lulus dari ELS.


"Ini semangat yang perlu diteladani oleh anak-anak Kota Mojokerto ke depan. Jadikan ini sebagai motivasi, Soekarno tidak hanya bapak bangsa, tidak hanya pendiri dari republik ini tapi Kusno kecil adalah motivator bagi anak-anak kota Mojokerto yang sekarang sedang berjuang untuk mewujudkan cita-cita mereka

.
(Team)
 

Bagikan

RadarposTV