Hasil Tangkapan Tuna di Pelabuhan Pancer Banyuwangi

Kamis, 08 April 2021 : 07:48



Para Nelayan yang sedang Bekerja di Banywangi Jawa timur

Radar Pos.com.Surabaya
--Kabupaten Banyuwangi tidak hanya terkenal dengan objek wisatanya. Ternyata Banyuwngi juga memiliki kegiatan perikanan yang hasil tangkapannya telah mendunia. Produk hasil tangkapan yang telah diekspor ke luar negeri diantaranya adalah ikan tuna di Pelabuhan Pancer. 

Pancer merupakan wilayah di pesisir selatan Banyuwangi, Jawa Timur. Jaraknya sekira 60 kilometer dari pusat kota Banyuwangi. Sebagian besar penduduknya mengandalkan hidup dari laut. Mereka turun-temurun menjadi nelayan dan berkarib dengan laut hampir sepanjang hidupnya. 

Bagi mereka, laut adalah karunia dari Tuhan. Hubungan timbal baik harus dijaga. Semenjak dibuka pada tahun 1976 oleh pemerintah kabupaten, keberadaan Instalasi Pelabuhan Perikanan (IPP) Pancer mempunyai peranan vital bagi masyarakat pesisir dalam menunjang perekonomiannya.


Hasil Tangkapan Ikan Para Nelayan di Banyuwangi

Pelabuhan Pancer terletak di Propinsi Jawa Timur yang secara administratif tercakup pada Kabupaten Banyuwangi, tepatnya dengan alamat Jalan Pelabuhan No. 1, Desa Sumber Agung, Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi. Kini pelabuhan Pancer berada di bawah regulasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur naungan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur.


Data terakhir sebagaimana yang tercatat dalam laporan SL-3 Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, pada tahun 2018 hingga tahun 2020 jumlah kapal di Pelabuhan Pancer sejumlah 203 unit kapal, dengan 155 unit kapal motor tempel dan 48 unit kapal motor. Alat penangkap ikan yang digunakan adalah jaring lingkar, pancing ulur dan tonda.


Jumlah kapal penangkap ikan yang melakukan bongkar pada bulan Januari 2021 sebanyak 51 armada. Total volume produksi hasil tangkapan pada bulan Januari sejumlah 23.301 Kg dengan nilai produksi sebesar Rp 522.438.000,-. Hasil tangkapan terbesar pada komoditas baby tuna (Thunnus sp) sebesar 15.091 Kg atau sebesar 64,77% dari total volume hasil tangkapan. Di posisi kedua adalah ikan tuna mata besar (Thunnus obesus) sebesar 2.686 Kg atau 11,53% dari total volume hasil tangkapan. 

Selanjutnya ikan selar (Atule mate) sebesar 1.008 Kg atau 4,33% dari total volume produksi, ikan lemuru (Sardinella sp) sebesar 663 Kg atau 2,85% dari total volume produksi, gurita (Octopus vulgaris) sebesar 380 Kg atau 1,63% dari total volume produksi. Selanjutnya ikan lemadang (Coryphaena hippurus) sebesar 296 Kg atau 1,27% dari total volume produksi, dan berurutan setelahnya ikan kakap sebesar 65 Kg atau 0,28% dari total volume produksi, ikan putihan sebesar 42 Kg atau 0,18% dari total volume produksi dan ikan kerapu sebesar 34 Kg atau 0,15% dari total volume produksi.

 (*)
 

Bagikan

RadarposTV