Banjir dan Tanah Longsor Menimpa Wonogiri, Kerugian Ratusan Juta Rupiah

Sabtu, 03 April 2021 : 17:08



Banjir yang terjadi di Wonogiri Jawa Tengah

Radar Pos.com.Wonogiri
— Hujan deras yang mengguyur Wonogiri, Kamis (1/4) petang, mengakibatkan  bencana alam banjir dan tanah longsor  dibeberapa kecamatan.Beruntung, dalam peristiwa itu tidak menelan korban jiwa, kerugian ditaksir capai ratusan juta rupiah.


“Upaya pemulihan masih dilakukan oleh relawan dan juga masyarakat. Kerugian masih kita hitung, tapi taksiran kita kerugian lebih dari Rp 100 juta,” ungkap Kepala Pelaksana BPBD Wonogiri Bambang Haryanto, Jumat (2/4).


Di Kecamatan Jatiroto, luapan air dan lumpur dari sungai mengakibatkan air dan lumpur menggenang di jalur jalan serta merusak areal lahan persawahan. Selain itu, SMK Negeri 1 Jatiroto sempat terendam air. Lahan persawahan pun rusak akibat diterjang banjir.


Kejadian serupa menimpa Desa Pesido. Rumah warga juga sempat terendam luapan air sungai. Sebuah mobil yang nekat menerobos luapan air sungai juga sempat terseret arus, beruntung tidak ada korban jiwa atau luka.


Hampir bersamaan waktu, di Desa Rejosari, Kecamatan Jatisrono, satu rumah warga juga sempat tergenang air. Kemudian di Desa Watangsono, longsoran tebing menimpa rumah warga mengakibatkan dinding rumah jebol.


Selanjutnya,di Desa Sambirejo, banjir mengakibatkan jembatan antar dusun mengalami kerusakan. Sejumlah area lahan pertanian juga rusak tersapu dan tergenang air serta lumpur luapan sungai setempat.


Sementara di Kecamatan Sidoharjo, yakni di Desa Sempukerep, enam rumah warga di dua dusun tergenang banjir luapan sungai akibat adanya rumpun bambu yang terbawa arus. Lima rumah warga di Desa Tempursari juga tergenang air bah.


“Di Kecamatan Jatipurno juga ada talud jalan yang longsor,” kata Bambang.Dijelaskannya, talud jalan di Dusun Blimbing RT 01 RW 03 dengan volume panjang 10 meter dan tinggi delapan meter mengalami longsor.


Sementara itu, di Kecamatan Nguntoronadi, tepatnya di Desa Ngadipiro, lima rumah warga sempat terendam banjir. Dampak lainnya, lahan pertanian mengalami kerusakan dan jalan kampung juga turut tergenang luapan sungai.


Di Desa Pucung, Kecamatan Kismantoro, tebing jalan yang menghubungkan Kismantoro dengan Pacitan juga longsor. Penanganan pun sudah dilakukan dan arus lalu lintas sudah normal kembali.
“Tidak ada korban jiwa akibat kejadian-kejadian itu. Distribusi logistik juga sudah kita lakukan,” kata dia.


Bambang Haryanto menambahkan, bencana-bencana yang terjadi itu karena dua faktor. Pertama faktor alam dengan adanya curah hujan yang tinggi selama beberapa jam dan juga sedimentasi sungai. Yang kedua adalah faktor manusia, dimana kini lahan yang ada di tepi sungai dimanfaatkan masyarakat untuk bercocok tanam. Hal itu dinilai bisa mempengaruhi fungsi sungai.


(Team)

 

Bagikan

RadarposTV