KPK Peringatkan Kepala Daerah Se Soloraya Kelola Keuangan Dengan Baik untuk Cegah Korupsi

Rabu, 24 Maret 2021 : 07:39


Foto wakil KPK dengan Kepala Daerah Se Soloraya

Radar Pos.Com.Solo
-- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengumpulkan tujuh kepala daerah di Eks Karesidenan Surakarta di Balai Kota Solo, Selasa (23/3).


Para kepala daerah itu diundang mengikuti rapat koordinasi supervisi pencegahan, yang dipimpin Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata. Mereka adalah Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Bupati Karanganyar Juliyatmono, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Bupati Klaten Sri Mulyani, Bupati Boyolali Said Hidayat, dan Bupati Sukoharjo Etik Suryani.


 “Kami mendorong tata kelola di pemerintah daerah terutama di bidang perencanaan dan anggaran, bidang pengadaan barang dan jasa, agar lebih baik,” ujar Alexander.


Menurutnya, selama ini titik lemah yang berpotensi untuk munculnya tindak pidana korupsi adalah terkait pengadaan barang dan jasa. Atas dasar tersebut KPK memiliki sarana untuk memonitor kepala daerah, yakni melalui Monitoring Center for Prevention (MPC).


“Jika MPC rendah kemungkinan munculnya tindak pidana korupsi. Namun, jika sebaliknya maka sistem berjalan baik.


Alexander mengatakan jika tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemda juga tinggi. Pemda yang memiliki rating MPC tinggi akan mendapatkan intensif.


“Intensif mulai dilakukan tahun 2020. Kami mendorong Kementerian Keuangan (Kemenkeu) agar kalau capaian MPC di atas 80, maka pemda yang bersangkutan bisa mendapatkan insentif,” kata dia.
Ia menambahkan di eks Karesidenan Surakarta hanya Boyolali yang memiliki MPC tertinggi dibandingkan enam wilayah tetangganya. Pemkab Boyolali mendapatkan MPC selama tiga tahun berturut-turut


“Dari catatan KPK MPC di Boyolali masuk 10 besar nasional. Daerah eks Karesidenan Surakarta harus mencontoh Boyolali,” tutup dia

(Team)

 

Bagikan

RadarposTV