Kecelakaan “Bus Sri Padma” Meninggal Dunia 29 Orang Rombongan SMP IT Al Muawwanah

Jumat, 12 Maret 2021 : 07:57


Kapolres Sumedang AKBP eko Prasetyo Robbyanto

Radar Pos.Com Sumedang-
- Kecelakaan maut bus pariwisata Sri Padma Kencana di Jalan Wado tanjakan Cae Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado Kabuaten Sumedang Jawa Barat, merenggut 27 nyawa, puluhan luka berat dan luka ringan lainnya. Bus tersebut diketahui membawa puluhan penumpang peserta ziarah siswa SMP IT Al Muawwanah Cisalak Kabupaten Subang.


Keterangan yang dihimpun, bus Sri Padma Kencana tersebut berpenumpang 66 orang dan mengalami kecekaan lalu lintas (Laka Lantas) di Jalan Wado, Rabu (10/03/2021) sekitar pukul 18.30 WIB. 

Sebanyak 65 orang telah berhasil dievakuasi, terdiri dari 29 penumpang tewas dan 37 orang lainnya luka berat dan ringan. Sedangkan 1 dari 29 orang yang tewas itu belum bisa dievakuasi karena terjepit bus yang ringsek dan masih menunggu alat berat. Evakuasi berlangsung hingga Kamis (11/03/2021) pagi menjelang Subuh.


Menurut keterangan Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto, penumpang bus yang jadi korban merupakan rombongan dari SMP IT Al-Muaawanah, Cisalak, Subang yang seluruhnya dievakuasi ke rumah sakit.


“Hasil identifikasi korban kecelakaan meninggal dunia di instalasi jenazah RSUD Sumedang bersama Unit Siaga Laka Lantas, Unit Siaga Inafis, dan tenaga medis RSUD Sumedang dengan hasil sebagai berikut korban meninggal dunia sampai saat ini 27 orang,” kata Eko seperti dikutip dari media, Kamis (11/03/ 2021)


Peristiwa kecelakaan maut itu bermula saat bus Pariwisata nomor polisi T 7591 TB yang membawa rombongan SMP IT Al-Muaawanah, Cisalak, Kabupaten Subang, melaju dari arah Garut menuju Sumedang arah pulang ke Subang. Ketika bus melintas di Jalan Wado, tepatnya tanjakan Cae Dusun Cilangkap, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, bus nahas itu kemudian hilang kendali dan masuk jurang hingga terjadi kecelakaan tunggal.


Kecelakaan maut bus tersebut terjadi ketika situasi sedang hujan lebat. Namun, belum diketahui persis penyebab kecelakaan tersebut, karena proses olah tempat kejadian perkara (TKP) masih berlangsung.
Selain itu, jalur alternatif yang menghubungkan Garut dan Sumedang melalui Kecamatan Wado itu bukan untuk kendaraan besar seperti bus tersebut dengan kondisi ada turunan panjang dan banyak tikungan.


Saat Dilakukan Evakuasi Korab laka

Bus Besar Dilarang Lintasi Jalur Wado-Garut

Sementara itu, buntut kecelakaan Bus Pariwisata Sri Padma Kencana yang  terperosok ke dalam jurang di tanjakan Cae, kini polisi mengeluarkan larangan bus berukuran besar melintasi jalur tersebut. Yakni, jalur Wado yang menghubungkan Kabupaten Sumedang dengan Garut. Jalur itu dianggap rawan kecelakaan dan tidak sesuai untuk bus besar.


Kapolres Sumedang AKBP Eko Prasetyo Robbyanto kepada wartawan, Kamis, mengatakan ke depan akan dipasang portal, agar tidak ada lagi bus masuk untuk melintasi Jalur Wado menuju Garut.
“Ke depannya akan dipasang ‘gate entry’ atau portal oleh Dishub Provinsi,” kata Eko, seperti dikutip media, Kamis (11/03/2021).


Ia menyampaikan, selama ini Polres Sumedang sudah meningkatkan pengawasan terhadap bus agar tidak melewati jalur tersebut. Namun pengawasan dari Malangbong atau wilayah hukum Polres Garut, kata dia, cukup sulit untuk mengawasi bus agar tidak masuk menggunakan jalur alternatif lintas kabupaten itu.


“Dari titik Malangbong yang sulit, dari arah Sumedang sudah terawasi,” katanya pula.
Larangan bus masuk Jalur Wado itu, menyusul adanya kecelakaan Bus Pariwisata Sri Padma Kencana masuk jurang di Tanjakan Cae, Kecamatan Wado, Rabu (10/03/2021) malam. Laka Lantas tunggal (kecelakaanlalu lintas tunggal) itu menyebabkan 27 orang meninggal dunia dan puluhan orang lainnya luka berat dan ringan.


Polisi sudah melakukan olah tempat kejadian perkara untuk mengetahui penyebab kecelakaan tunggal bus yang membawa 65 penumpang rombongan dari SMP IT Al-Muaawanah, Cisalak, Kabupaten Subang itu.


(Team)
 

Bagikan

RadarposTV