Menko PMK Minta Penjelasan Kedudukan Candi Borobudur Bagi Umat Buddha Internasional

Kamis, 18 Februari 2021 : 07:39


Candi Borobudur
Radar Pos.com.Magelang
— Situs Candi Borobudur tidak hanya digunakan menjadi destinasi wisata, namun diharapkan juga dijadikan sebagai tempat bagi upacara-upacara keagamaan dunia, wadah bagi destinasi wisata spiritual serta berbagai event lainnya. Pemerintah mendukung upaya Candi Borobudur dijadikan sebagai tempat bagi ritual keagamaan.


“Kalau itu memberikan kelonggaran dan keleluasaan agar umat Buddha bisa melaksanakan ibadah lebih baik, saya kira mesti harus didukung,” ujar Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) RI, Muhadjir Effendi saat melakukan kunjungan di situs Candi Borobudur bersama sejumlah pejabat Kementerian terkait, Rabu (17/2).


Di sisi lain, agama Buddha merupakan salah satu agama yang telah diakui oleh pemerintah RI. Dalam kesempatan itu, hadir pula dalam perwakilan Pemerintah Kabupaten Magelang, Sekda Adi Waryanto, Asisten Pemerintahan dan Kesra Nanda Cahyadi Probadi dan beberapa pejabat lainya.


Dalam kesempatan itu Muhadjir juga meminta penjelasan kepada Pimpinan tertinggi Vihara Mendut, Bante Sri Pannyavaro Mahathera terkait kedudukan Candi Borobudur dalam konteks umat Buddha internasional.


“Tentu saja nanti akan ada upacara-upacara keagamaan yang akan kami tingkatkan dengan cara yang lebih baik dan memberikan peluang bagi umat agama Buddha agar hadir di sini,” jelasnya.
Selain berkoordinasi dengan Pimpinan tertinggi Vihara Mendut, pihak Kemenko PMK juga melakukan kajian bersama dengan Pemerintah Kabupaten Magelang. Muhadjir berharap rencana menjadikan Candi Borobudur sebagai destinasi super prioritas dapat melibatkan semua pihak.


Ditegaskan Muhajir, bahwa pada intinya bukan secara eksklusif menjadikan Candi Borobudur sebagai pusat peribadatan umat agama Buddha dunia, masih tetap menjadi warisan budaya yang diakui UNESCO dan destinasi wisata super prioritas yang di dalamnya memuat unsur beberapa event hari raya keagamaan.


Pimpinan tertinggi Vihara Mendut Banthe Sri Pannavaro Mahathera menjelaskan, Candi Borobudur memang tidak tertulis dalam kitab suci sebagai tempat suci bagi umat Buddha. Namun situs tersebut mendapat tempat penghormatan yang cukup tinggi bagi umat agama Buddha dunia.


Candi Borobudur untuk agama Budha tidak ada duanya di Dunia

Menurutnya, di dalam kitab suci hanya ada empat tempat suci bagi umat agama Buddha, yakni Bodh Gaya (tempat Sang Buddha mendapat pencerahan), Sarnath/Ishipatana (tempat Sang Buddha pertama kali menyampaikan ajarannya), Lumbini (tempat kelahiran Sang Buddha), dan terakhir Kunshinara (tempat Sang Buddha meninggal).


Meski demikian, Borobudur adalah tempat yang sangat dihormati dan disucikan bagi umat Buddha, karena unik tidak ada duanya di dunia.
“Empat itu, saya tidak menyamakan hanya agar mudah mengerti, kalau umat Buddha mau ibadah umrah ya kesana,” tegasnya.


Banthe berharap ke depan gelaran upacara keagamaan yang dilakukan secara insidental di Candi Borobudur dapat lebih menjangkau masyarakat Buddha di ASEAN. Pemerintah juga diminta lebih fleksibel dan memudahkan ritual-ritual keagamaan lainnya digelar di Candi Borobudur

(Team)

 

Bagikan

RadarposTV