Gibran melanjutkan Pembangunan masjid Sriwedari Solo yang belum Selesai Sebagai Kepala daerah

Senin, 15 Februari 2021 : 06:40


Masjid Sriwedari yang belum selesai dibangun

Radar Pos.Com.Surakarta-
Pembangunan Masjid Taman Sriwedari Solo telah mencapai 80 persen pada pertengahan Februari 2021. Masjid tersebut direncanakan menelan dana Rp165 miliar.
Pengerjaan konstruksi masjid sudah 100 persen. PT Wika selaku pelaksana pembangunan tinggal menyelesaikan pekerjaan finishing seperti interior dan kelistrikan.


Wakil Sekretaris Panitia Pembangunan Masjid Sriwedari, Farid Sunarto, mengatakan hal tersebut saat “Sekarang tahap pembangunan memang belum selesai. Posisinya 80 persen pengerjaan, masih kurang 20 persen,” ujarnya.


Terkait penyelesaian pembangunan masjid di Taman Sriwedari Solo itu menurutnya sudah ada perpanjangan kontrak dengan PT Wika. Perpanjangan kontrak tersebut menurut Farid mencukupi untuk penyelesaian pembangunan hingga masa kepemimpinan Wali Kota Solo yang baru nanti. “Masih beberapa waktu, [kontrak] sudah mengakomodasi Wali Kota baru. Masih cukup lama,” katanya.


Farid mengungkapkan penyelesaian pembangunan masjid Sriwedari juga terkait erat dengan ketersediaan dana. Tahapan dan target pembangunan masjid tersebut sudah disampaikan Wawali Solo Achmad Purnomo kepada Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa.


Sumber Pembiayaan
Ketika itu Purnomo berharap duet kepemimpinan Solo melanjutkan pembangunan Masjid Sriwedari Solo hingga tuntas. “Kerja juga menyangkut sumber pembiayaan yang belum semua tersedia. Sedang konsolidasi penyelesaian sumber dana,” urainya.


Farid optimistis duet baru kepemimpinan Solo akan menyelesaikan pembangunan masjid yang akan menjadi ikon baru dan kebanggaan warga Kota Bengawan itu. Apalagi Teguh Prakosa juga masuk dalam kepanitiaan pembangunan masjid dan saat ini menjadi salah satu ketua.


Sedangkan Ketua Pembangunan Masjid Sriwedari adalah Achmad Purnomo. “Saya punya keyakinan wali kota baru sudah tahu posisi Masjid Sriwedari. Apalagi Wawali baru merupakan salah satu ketua panitia, bukan ketum,” ujarnya.


Mengenai target waktu Masjid Sriwedari Solo dapat digunakan oleh masyarakat, Farid memperkirakan pertengahan tahun 2021 umat Islam sudah bisa beribadah dalam masjid tersebut.


Tapi ia menyadari penyelesaian pembangunan masjid itu akan terkait erat dengan komitmen Pemkot Solo dan ketersediaan pendanaan. "Mudah-mudahan bisa selesai sesuai target panitia,” sambungnya.

(Team)
 

Bagikan

RadarposTV