DKP Jatim Memonitoring Secara Rutin Untuk Menjamin Mutu Dan Keamanan Produk Hasil Perikanan

Minggu, 21 Februari 2021 : 12:10



Pengujian Sampel ikan

Radar Pos.com.Surabaya
--Indonesia merupakan negara maritim dan mempunyai kekayaan alam yang tak ternilai. Di era milenial ini banyak macam – macam produksi yang dihasilkan dari kekayaan alam ini, terutama di bidang perikanan. Produk hasil perikanan mempunyai peranan penting dan strategi dalam pembangunan  baik secara nasional dan regional, terutama dalam meningkatkan penyerapan tenaga kerja, penerimaan devisa negara, atau Pendapatan Asli Daerah, serta peningkatan kesejaheraan masyarakat perikanan khususnya pelaku usaha di sektor kelautan dan perikanan.

 Untuk itu dalam mendukung penyediaan pangan sehat, maka penanganan dan pengolahan hasil perikanan harus memenuhi persyaratan yang dapat menjamin mutu dan keamanan pangan yang diinginkan oleh konsumen sehingga dapat bersaing baik dipasar nasional maupun internasional yang akhirnya akan menjaga kestabilan dan peningkatan produksi serta pemasaran hasil perikanan. 

Pada dasarnya perikanan merupakan sebuah system yang terdiri dari 3 komponen yaitu produksi, penanganan dan pengolahan (pasca panen) adalah untuk menjamin bahwa kualitas, keamanan pangan, rasa, dan kemasan produk perikanan telah memenuhi persyaratan dan sesuai selera konsumen (pasar).


Banyaknya penggunaan bahan tambahan makanan berbahaya baik di pasar tradisional maupun di supplier produk perikanan di Jawa Timur menjadi perhatian serius dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur. 

Beberapa penggunaan bahan tambahan makanan berbahaya seperti penggunaan formalin sebagai pengawet, Boraks sebagai pengenyal makanan, Rhodamin sebagai pewarna dan deterjen sebagai pemutih sangat mengancam kesehatan masyarakat yang mengkonsumsi sehari-hari.

 Efek yang ditimbulkan dari mengkonsumsi bahan tambahan berbahaya tersebut dapat menyebabkan perlukaan pada lambung ataupun gejala lain seperti migrain, kelelahan, kesulitan tidur, mual dan muntah, tidak nafsu makan, diare serta dampak jangka panjang yang dapat merusak fungsi hati.

 
Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Pengolahan dan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan melaksanakan program pembinaan dan monitoring secara rutin pada unit pengolahan ikan, para pembudidaya, Pelabuhan Perikanan/TPI, pasar dan supplier terhadap pengunaan bahan terlarang pada setiap unit usaha sehingga dapat dipantau dan diminimalisir penggunaan bahan berbahaya. 

Disamping itu koordinasi dan sinergitas kegiatan dengan intansi terkait terus ditingkatkan diantaranya dengan BPOM, Kanwil Kemenag, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Perikanan Kab/Kota serta stakeholders lainnya.

   
Pengambilam sampel produk perikanan akan dilakukan pengujian, baik secara organoleptik, kimia dan mikrobiologi  di UPT. Pengujian Mutu dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan (PMP2KP) Surabaya dan UPT. PMP2KP Banyuwangi. Pengujian ini untuk mengetahui sampai sejauhmana produk yang diuji di laboratorium apakah mengandung bahan-bahan tambahan berbahaya atau tidak. Hasil dari pengujian tersebut akan dianalisis dan dipergunakan sebagai bahan masukan serta saran rekomendasi untuk perbaikan kualitas produk hasil perikanan dalam rangka penerapan jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan dan bahan pembinaan ke pelaku usaha (UMKM) didaerah.


Menurut Kepala Bidang Pengelolahan Pemasaran Produk Kelautan dan Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur Nur Waqidah mengatakan, Cakupan wilayah monitoring mutu  adalah seluruh Kabupaten dan Kota di wilayah Provinsi Jawa Timur yang dilaksanakan oleh Pengawas Perikanan dan Pembina mutu di Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dengan target sampel uji sebanyak 1300 sampel khususnya produk dari UMKM.

 
“Harapannya, monitoring yang dilakukan secara rutin dapat meminimalisir beredarnya produk perikanan yang tidak memenuhi standar mutu dan penggunaan bahan tambahan makanan berbahaya akan semakin berkurang di masyarakat. 

Disamping itu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur juga memberikan sosialisasi dan pembinaan kepada masyarakat mengenai dampak penggunaan bahan tambahan berbahaya dan alternatif pengganti formalin yang berasal dari bahan-bahan alami agar produk perikanan yang beredar dipasaran terjamin mutunya dan aman dikonsumsi oleh masyarakat”, Tambah Nur Waqidah

.(Ris)

 

Bagikan

RadarposTV