BRM Kusumo Putro Berharap Walikota Baru, Kota Solo Sebagai Kota Spirit Of Java Berharap Gedung Kesenian Dan Budaya agar di Bangun

Jumat, 26 Februari 2021 : 09:10


BRM Kusumo Putro Bersama Istri Tersayang

Radar Pos.com.Surakarta
– Tokoh Muda  asal Kota Solo BRM Kusumo Putro, SH,MH berharap semoga gedung kesenian yang megah dan mewah dengan tetap mengedepankan nuansa Jawa yang kental dan sarana prasarana yang lengkap, baik, berkwalitas dan modern segara dibangun di tengah Kota Solo.


Kusumo, mengatakan hal tersebut bertujuan agar memperkuat Kota Solo sebagai Kota Budaya dan kesenian.Terang Ketua LSM LAPAAN RI dan Jug seorang Advokat ini.


“Kota Solo sebagai penyandang status kota budaya bahkan predikat sebagai Punjering Budaya Jawa yang telah diakui oleh seluruh masyarakat Indonesia dan Dunia Internasional.


Dua bangunan megah masih berdiri kokoh yaitu kraton Kasunanan Surakarta dan Pura Mangkunegaran yang merupakan bukti kemegahan fisik dan peradaban budaya di kota Solo di masa lalu,” ujarnya.


BRM Kusumo Putro, SH.MH Ketua LAPAAN RI

“Sanggar- sanggar seni serta komunitas kesenian masyarakat yang saat ini mati suri di Kota Solo agar menggeliat dan hidup kembali dimana hal ini akan berdampak luar biasa di sektor pariwisata dan ekonomi, masyarakat lintas sektor di Kota Solo, mulai sektor UMKM dan pelaku usaha yang lainnya,” sambungnya.


Kusumo menuturkan budaya lokal dan kesenian serta pariwisata adalah dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan.Oleh karena itu, lanjut Kusumo Kota Solo sudah seharusnya memiliki gedung kesenian yang megah dan mewah dengan sarana dan prasarana yang lengkap dan fasilitas modern dengan memadukan semua unsur seni, tradisi, dan budaya yang ada di kota Solo baik seni tradisi peninggalan leluhur atau seni dan tradisi kontemporer ( modern ).


“Gedung kesenian tersebut harus dilengkapi dengan ruang pameran, panggung, pentas latihan, sound system modern dan berkwalitas, ruang kantor, ruang sekretariat. Semua Sanggar Seni di Kota Solo, Meja Kursi dan perlengkapan sarana prasarana penunjang lainnya modern dan berkwalitas baik serta ruang yang luas untuk berkegiatan kesenian yang di peruntukan masyarakat kota Solo secara gratis dan prosedur yang mudah dan murah serta tidak bertele-tele dan boleh dipakai oleh siapapun atau umum oleh Warga Kota Solo selama itu untuk kegiatan budaya dan berkesenian,” bebernya.


Kusumo menambahkan bila gedung kesenian tersebut tidak segera di realisasikan atau tidak segera dibangun maka sudah bisa dipastikan masyarakat Solo pelan namun pasti akan meninggalkan budaya dan keseniannya sendiri.


“Apabila hal tersebut benar-benar terjadi maka akan berimbas pada kerapuhan ruh budaya warga kota Solo dan hal inilah yang paling menakutkan menurut saya, karena warga Kota Solo akan melupakan budaya dan kearifan lokalnya sendiri dan ini merupakan bencana budaya dan kearifan lokal bagi Kota Solo pada umumnya dan bagi Negeri Indonesia pada khususnya,” ungkapnya.


Hari ini 26 Februari 2021 Walikota Solo dan wakil Di lantik

Bangunan gedung kesenian yang megah tersebut seharusnya dibangun di tengah Kota Solo dengan bangunan yang megah dan mewah dengan nuansa Jawa dan tempat yang luas, dimana nantinya akan menjadi sebuah ikon baru Kota Solo dan sebagai daya tarik wisata.


“Para pejabat negeri ini harus peduli dan berwawasan seni budaya dan kearifan lokal yang merupakan prioritas utama yang diperjuangkan untuk tetap dijaga dan dilestarikan karna budaya dan kearifan lokal adalah benteng terakhir tetap tegaknya negeri Nusantara ini,” katanya.


Lanjut Kusumo, tanpa kesenian dan budaya maka pariwisata ibarat tanah kering di musim kemarau dan tanpa pariwisata budaya dan kesenian tidak ada yang menghidupi.


“Lihatlah Jogja dan Bali dan daerah-daerah yang lain dimana untuk menunjang sektor Pariwisata mereka menggarap Budaya dan Kesenian habis-habisan sehingga Budaya dan Kesenian berjalan beriringan, sinergi yang dapat berjalan dengan baik,” jelasnya.


Daerah-daerah lain di Jawa Tengah dan di Indonesia saat ini saling berlomba-lomba menggarap sektor pariwisata dengan membuat dan membuka destinasi wisata baru dengan memanfaatkan kondisi alam yang ada atau tempat wisata buatan.


Kota Solo dalam dekade terakhir ini seperti kehilangan ruh budayanya, warganya kebingungan untuk berkesenian.Jangan sampai Budaya Kota Solo yang sangat diagung – agungkan ternyata hanya sebuah cerita, sebuah propaganda dan sebuah promo pariwisata semata sedangkan di dalamnya justru Kosong tidak ada apa – apa dan tidak jelas arah program pelestarian seni dan budayanya.


“Semoga suara rakyat ini didengar oleh para pejabat dan pengambil kebijakan Negeri Indonesia tercinta ini dan keinginan yang sangat sederhana ini segera direalisasikan, salam budaya luhur dan kearifan lokal tetap lestari selamanya, ” tegasnya.


“Jangan pernah melupakan dan meninggalkan budaya dan kearifan lokal serta tetap jaga dan lestarikan serta rawat sebaik – baiknya, semua peninggalan leluhur bangsamu, karena budaya dan mearifan lokal bangsamu adalah yang terbaik di Bumi,” ucapnya


Dijelaskannya, Gedung Kesenian Kota Surakarta sebagai tempat berkeasi dan tempat pembelajaran rentang seni budaya serta pelatihan bagi warga Kota Solo guna melahirkan budayawan dan seniman – seniwati yang handal dan hebat di masa depan.


“Kalau Gedung Kesenian Kota Solo ( ruang publik ) bisa terwujud , bahkan bisa menjadi rumah budaya , dapur pikir / think thank, yang tidak terlalu dibelenggu aturan protokoler seperti layaknya rapat resmi hajatan aparatur pemerintah kota.Ketika Gedung tidak sedang dimanfaatkan untuk acara pagelaran , pasti masyarakat mudah untuk menggunakan sebagian ruangan untuk sarasehan , diskusi , dedongengan yang melibatkan generasi muda yang aktif di Solo Heritage Society, Semua elemen masyarakat logikanya memperoleh suatu triger untuk meramu , berbagi ide sekaligus merancang eksekusinya .

 Geliat semacam ini sebenarnya sangat-sangat bermanfaat bagi para pengambil kebijakan,” tambahnya.
Kusumo menerangakan mereka bisa menjadi volunteer ( PemKot , Dinas Daerah terkait bahkan Dewan Kesenian Solo ) tidak perlu menggaji seperti ketika semua kegiatan ada dalam bingkai program yang sudah direncanakan dengan matang sebelumnya.


“Sehingga Icon Solo "Spirit Of Java "dan Solo Kota Budaya benar – benar dapat terwujud dan menunjukkan bahwa Spirit Of Java tidak hanya berdasar Lomba Slogan dan Lomba Logo ( Contest basic ) tetapi menunjukkan bahwa Spirit Of Java berdasarkan community basic yang melibatkan elemen masyarakat, elemen budayawan, seniman, akademisi, Pengageng Kasunanan Surokarto Hadiningrat dan Pengageng ( Kadipaten) Pura Mangkunegaran,” jelasnya.


Selain itu, masih menurut Kusumo, Gedung Kesenian tersebut nantinya juga bisa dijadikan tempat pembelajaran dan pelatihan bagi warga masyarakat Kota Solo yang Ingin dan berminat untuk belajar seni seperti Seni Lukis,Patung, Ukir, Kerajinan Tangan, Batik, Tari , Teater, Pedalangan, Karawitan, Musik dan lainnya, yang nantinya akan melahirkan seniman dan seniwati baru yang handal dan hebat di Bumi Solo Berseri.


“Gedung kesenian ini nantinya juga berguna sebagai tempat pemersatu anak bangsa, serta untuk mendidik rasa toleransi, saling menghargai dan menghormati segala perbedaan dan keberagaman di masyarakat lintas agama dan keyakinan, sehingga tercipta rasa persaudaraan dan kerukunan antar anak bangsa.Salam satu tujuan untuk nguri – uri seni budaya bangsa sendiri agar tetap terjaga dan lestari selamanya.Semoga segera terwujud keinginan warga Kota Solo yang sederhana ini,” 

( Team)

 

Bagikan

RadarposTV