Pemkot Mojokerto dan FKUB Surabaya Terima "Harmony Award"

Rabu, 06 Januari 2021 : 10:20
Penyerahan Harmony Award

Radarpos.com, Jakarta — Kementerian Agama memberikan Harmony Award kepada pemerintah provinsi, kabupaten/kota, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai apresiasi dalam wewujudkan kerukunan umat beragama di Indonesia.

Di antara penerima Harmony Award adalah Pemkot Mojokerto ,Solo dan FKUB Surabaya.

30 Harmony Award Kementerian Agama tersebut diserahkan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas dalam peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kemenag ke-75, di Kantor Kemenag, Jl Lapangan Banteng Barat, Jakarta, Selasa (5/1).

Usai upacara peringatan HAB ke-75, Menag bersama perwakilan penerima Harmony Award menggelar pertemuan di ruang OR Lantai II Kantor Kemenag. Menag didampinggi Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi dan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Nizar Ali.

Dihadapan penerima Harmony Award, Menag Yaqut Cholil Qoumas yang akrab disapa Gus Yaqut mengilustrasikan agama mirip sepak bola, di satu sisi ia bisa mendamaikan di sisi lain ia bisa mencerai beraikan.

“Sepak bola itu kalau bagus harmoninya, permainannya bagus, peraturannya bagus, maka permainan akan terlihat cantik dan bagus.

Sebaliknya bila pemainnya gak becus, peraturannya yang ditegakkan juga gak bagus, wasitnya berat sebelah maka itu pasti tidak enak ditonton dan akan menimbulkan kericuhan,” kata Menag Gus Yaqut –seperti dilansir laman kemenag.go.id.

Dari filosofi sepakbola itu lanjut Menag, ia kemudian berpikir dan juga atas perintah Presiden Joko Widodo bahwa Kementerian Agama harus didesain menjadi kementerian yang baru dalam artian kementerian ini tidak boleh menjadi kementerian agama salah satu agama saja.

“Kementerian ini harus menjadi kementerian semua agama. Kementerian yang melindungi semua pemeluk agama yang adil dan proporsional. Nah semangat ini yang sekarang coba kami bawa, semangat untuk menjadikan kementerian ini milik bersama dan milik semua umat,” tandasnya.

Ia juga mengingatkan bagaimana pijakan yang diambil oleh para pendiri bangsa saat membentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), adalah mencari persamaan yang dimiliki.

Menurut Menag pada waktu itu banyak tokoh agama yang terlibat dalam proses pendirian Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menentukan dasar negara Pancasila. Ini yang melatarbelakangi pemikirannya bahwa agama harus menjadi inspirasi.

“Kalau pada waktu itu para pendiri bangsa ingin menjadikan agama sebagai aspirasi tentu bisa saja Indonesia dijadikan negara Islam. Namun kita semua memahami para pendiri bangsa memiliki kebijaksanaan dan kearifan berfikir sehingga cukup menjadikan agama sebagai inspirasi,” kata Menag.

Pancasila sebagai kesepakatan bersama ini kemudian dinishbatkan sebagai dasar negara yang tidak bertentangan dengan nilai agama. Tidak ada pertentangan agama dengan Pancasila.

“Saya muslim dan saya yakin ajaran agama tidak bertentangan dengan Pancasila. Dan saya kira umat beragama lainnya seperti Kristen, Katolik, Hindu, Buddha dan Khonghucu dan aliran kepercayaan merasa tidak perlu mempertentangkan Pancasila dengan agama,” ujar Menag.

“Harmonisasi ini saya kira patut menjadi contoh dan harus ditularkan kepada teman-teman dan saudara kita yang lain. Tidak cukup saya kira hanya dari DKI, Kaltara, Surabaya, dan daerah lainnya sebab Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke,” sambungnya.

Ditambahkan Menag 30 harmony award ini tentunya masih jauh dari ideal dan ini menjadi tugas bersama sebab Indonesia dimerdekakan bukan oleh satu golongan atau satu satu agama.

Semua agama di Indonesia memiliki kontribusi yang sama dalam memperjuangkan Indonesia.

“Maka sudah selayaknya Indonesia ini dibangun bersama-sama dan menjadi hak bersama antara semua umat beragama. Selamat atas harmoni award ini dan saya berharap pengahargaan ini tidak hanya berhenti pada award saja.

Tapi bisa dilaksakan dalam praktik kehidupan sehari hari agar Indonesia menjadi lebih tenang, damai dan tentram sehingga pembangunan yang dijalankan pemerintah bisa berlangsung dengan baik,” tutup Menag.

(R-01)

Bagikan

RadarposTV